Telusur.co.id | Catatan  Hukum “ Tentang Kejahatan Ujaran Kebencian “ |. Prof. Syaiful Bakhri, Rektor Universitas  Muhammadiyah Jakarta | Jakarta, 30 Nopember 2017 |.

Setelah Indonesia  merdeka,  politik hukum pidana memerlukan penyesuaian kebijakan kriminal. Pada umumnya, KUHP melindungi kepentingan hukum dan HAM pada kejahatan nyawa dan harta benda, termasuk kebencian dan harga diri dari perbuatan tidak menyenangkan.

Dari berbagai peraturan dan Undang-undang  di bidang administrasi maupun hukum pidana,  maka tugas  Sistem Peradilan Pidana  terutama Penyidik, Penuntut Umum,  maupun  Advokat serta dunia peradilan disibukkan dengan aneka kejahatan yang semakin meluas dan penuh dengan desain dalam capaian keadilan.

BACA JUGA :  PEMILIHAN KEPALA DAERAH UNTUK SIAPA

Baik buruknya rekayasa dan  kriminalisasi terhadap orang perorangan, kelompok dan sebagainya, telah menjadi  pemandangan yang dihadapi setiap hari. Bahkan,  sudah dijadikan semacam atraksi yang marak di sosial media.  Respons maupun komentar yang menanggapi hal tersebut, pun  amat beragam.

Karenanya dalam kaitan terus maraknya komunikasi publik di dunia media sosial,  menjadi sangat kuno dan kolot untuk menerapkan pasal mengenai  ujaran kebencian . Sebab malah bisa digunakan sebagai alat perlawanan balik dalam aktivitas persaingan kreativitas konkrit di dunia maya.

Akhirnya sistim peradilan kita, pun disibukkan dengan berfikir normatif positivisme tanpa mengindahkan kemanfaatan hukum dalam membangun negeri ini.

BACA JUGA :  Rebut Kemerdekaan Berhukum Pidana Pancasila, Akhiri Hukum Kolonial..!

Maka, sudah semestinya  mengakhiri penggunaan hukum pidana untuk tujuan politik atau di luar tujuan dari penegakkan hukum itu sendiri.  Sebab, hukum pidana bukanlah pada posisi premium remidium atau hal paling utama dalam menata tertib masyarakat.  Tetapi hanya sebagai ultimum remedium  yakni, tujuan akhir dari tujuan tertib sosial.

Alhasil  sekarang, menjadi sangat tidak berfaedah pasal -pasal ujaran kebencian itu diterapkan, toh hanya akan menambah buruk gambaran statistik kriminal, bahkan merusak citra sebagai sebuah negeri yang beradab.| Asep Subekti |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini