telusur.co.id | Bandung | Rotasi jabatan, disebut  Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, menunjukkan bahwa Reformasi Birokrasi TNI AD terus berjalan seiring dengan meningkatnya profesionalitas Sumber Daya Manusia, nilai etika dan budaya kerja, kualitas pelayanan publik, kapasitas dan akuntabilitas kinerja di lingkungan jajaran TNI AD.

“Oleh karenanya, saya menaruh harapan yang besar kepada para pejabat yang baru agar kehadirannya diiringi semangat untuk membangun dan meningkatkan kinerja organisasi serta membawa perubahan yang lebih baik. Jangan pernah alergi untuk melanjutkan pencapaian positif yang telah ditorehkan oleh pejabat sebelumnya dan kembangkan gagasan-gagasan baru yang lebih konstruktif, kreatif dan inovatif,” ucapnya, Selasa (14/11) saat memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) empat panglima Kodam dan enam pejabat perwira tinggi (Pati) TNI AD di Markas Kodam III/Siliwangi, Bandung.

Empat jabatan Pangdam yang diserahterimakan tersebut yakni Pangdam III/Siliwangi dari Mayjen TNI Herindra kepada Mayjen TNI Donni Monardo, Pangdam IV/Diponegoro dari Mayjen TNI Tatang Sulaiman Kepada Mayjen TNI Wuryanto, Pangdam V/Brawijaya dari Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko kepada Mayjen TNI Arif Rahman, Pangdam XVI/Patimmura dari Mayjen TNI Doni Munardo kepada Mayjen TNI Suko Pranoto.

Di bawah guyuran hujan, Kasad Jenderal TNI Mulyono juga melakukan serah terima enam jabatan Pati TNI AD lainnya, yakni Danpuspenerbad dari Mayjen TNI Suko Pranoto kepada Brigjen TNI Besar Harto Karyawan, Gubernur Akmil dari Mayjen TNI Arif Rahman kepada Brigjen TNI Eko Margiyono, Danpusterad dari Mayjen TNI Hadi Prasojo kepada Mayjen TNI Hartomo, Aspam Kasad dari Mayjen TNI Ilyas Alamsyah kepada Brigjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Aster Kasad dari Mayjen TNI Widagdo H. Sukoco kepada Brigjen TNI Supartodi serta Danpusintelad dari Brigjen TNI Herianto Syahputra kepada Kolonel Inf Djaka Budhi Utama.

BACA JUGA :  Tingkatkan Hubungan, Elang Strike 2019 Dan Angkatan Darat Pakistan Latma

Sementara, Mayjen TNI Tatang Sulaiman akan menjabat Wakil Kasad dan Mayjen TNI Muhamad Herindra akan menjadi Pa Sahli Tk. III Bidang Hubint Panglima TNI.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para pejabat lama atas pelaksanaan tugasnya selama mengemban amanah jabatan dengan segala pengabdian dan dedikasi yang begitu besar kepada TNI AD. Terima kasih juga saya sampaikan kepada para istri yang selama ini telah mendampingi suami dengan tulus dan setia serta mendarmabaktikan dirinya untuk kemajuan Persit Kartika Chandra Kirana selama kepengurusannya,” kata Kasad Jenderal TNI Mulyono dalam amanatnya.

Kepada para pejabat baru, Kasad saya juga mengucapkan selamat serta turut bersyukur dan berbangga atas penugasan, kepercayaan dan amanah jabatan baru yang didapatkan.

“Semoga serah terima jabatan ini dapat membawa dan mengantarkan satuan-satuan yang Jenderal pimpin ke arah yang lebih baik, lebih maju dan senantiasa dapat mempersembahkan karya terbaiknya untuk kepentingan pelaksanaan tugas-tugas TNI AD, TNI dan kejayaan bangsa dan negara yang sangat kita cintai ini,” katanya.

BACA JUGA :  Banjir Bandang Terjang Brebes, TNI AD Gunakan LCR Evakuasi Warga

Ia mengatakan, pergantian pejabat di lingkungan TNI AD merupakan bagian dari sistem pembinaan organisasi guna pembaruan dan penyegaran pemikiran dalam rangka kemajuan organisasi.

Menurut dia, “Tour of Duty dan Tour of Area” juga merupakan proses untuk memberikan pengayaan dan pengalaman serta menjaga kesinambungan kepemimpinan di tubuh TNI AD, yang pelaksanaannya menaati Prinsip-prinsip Pembinaan Personel, yang salah satunya adalah ‘the right man on the right place’ atau menempatkan personel yang tepat pada jabatan yang tepat.

“Bukan dekat dengan siapa, orang siapa dan pernah mempersembahkan sesuatu sehingga jabatan yang diemban bukan amanah dari Allah tapi karena belas kasihan seseorang. Saya masih mendengar ucapan-ucapan dan saya juga berharap bahwa pergeseran/perpindahan jabatan juga jangan ditafsirkan ‘saya pindah, kesalahan saya apa? Ada apa pimpinan dengan saya kok saya dipindah?’,” kata mantan Pangkostrad ini.

Mulyono berharap para perwira dan isteri memahami tentang pergeseran jabatan adalah merupakan bagian dari pembinaan personel, dimana Angkatan Darat memiliki tujuan dan cakrawala yang lebih luas, dan akan terus dilakukan walaupun dengan konsekuensi suka dan tidak suka bagi pejabat yang bersangkutan. | red-03/ant |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini