telusur.co.id | Denpasar | Usai mendengar rekomendasi dari PDIP untuk Pilgub Bali yang diberikan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati di DPP PDIP Jakarta, jajaran petinggi Koalisi Rakyat Bali (KRB) langsung mengadakan rapat di rumah Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, di Gria Sebasari, Renon, Denpasar, Sabtu (11/11/2017).

Dari informasi yang berhasil dihimpun, para petinggi KRB yang hadir antara lain Ketua Fraksi DPRD Gerindra Bali Nyoman Suyasa, Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta,  Bendahara DPW Nasdem Bali Bagus Eka Subagiartha, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-Nusra DPP Golkar, AA Bagus Adhi Mahendra alias Gus Adhi, Wakil Ketua Bidang Organisasi Golkar Bali, IGP Wijaya, Ketua Relawan Rai Mantra, Ida Bagus Tarmiana dan lainnya. Menariknya, pertemuan tersebut menghadirkan dua kandidat kuat yang digadang-gadang akan diusung KRB yakni Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Gubernur Bali yang juga Ketua DPD Golkar Bali, Ketut Sudikerta.

BACA JUGA :  KPK Tak Masalah Golkar Bantah Soal Dugaan Aliran Duit PLTU Riau ke Munaslub

Juru Bicara KRB yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta, usai berbicara dengan beberapa anggota KRB, Sudikerta langsung berpamitan untuk bertemu dengan Ketua Umum, DPP Golkar Setya Novanto. Pertemuan dengan Setnov khusus berbicara tentang paket Dharma-Kerta.

“Kita paham betul, karena selama ini Sudikerta diberikan rekomendasi untuk Cagub, bukan Cawagub. Makanya perlu didiskusikan dengan induk partainya, dan kita dari KRB sangat memahami itu semua,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (12/11/2017).

Mudarta juga menambahkan bahwa yang perlu diperhatikan oleh Sudikerta adalah dari sisi elektabilitas. Berdasarkan hasil survei internal,  Sudikerta masih berada jauh di bawah Rai Mantra. Politikus asal Jembrana ini mencontohkan, suara mengambang dan pemilih pemula di Bali hampir 34 persen. Dari jumlah itu, sebanyak 27 persen sudah memilih ke Dharma-Kerta. Berdasarkan hasil survei independen, Dharma-Kerta akan meraih 59 persen dengan marjin eror 2,5 persen berdasarkan sampel 2500 orang.

BACA JUGA :  Airlangga Cawapres Potensial, Golkar Ngaku Tak Tergoda

“Itu pun kami tim belum bergerak. Bila kami semua partai dalam KRB bergerak, maka kami optimis, hitung-hitungan kasar suara kami bisa mencapai 59 persen,” ujarnya.

Sementara saat dihubungi,  Cagub Golkar, Ketut Sudikerta membenarkan pertemuan tersebut. Bahkan, ia menegaskan pihaknya sudah siap berpaket di Pilgub Bali 2018 mendatang.

“Kami sudah sepakat untuk berjuang bersama,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (12/11/2017).

Untuk itu, pihaknya segera berkonsultasi dengan DPP Golkar di Jakarta terkait hasil pertemuan tersebut. “Ntar saya akan segera konsultasi, udahan dulu ya,” singkatnya. | red-010

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini