telusur.co.id | Jepang | Pemerintah Jepang mulai berkampanye untuk mendorong dan memperkenalkan Hotel dan Restoran “Ramah Umat Muslim” di Enam Prefektur Tohoku, yang menyediakan “Omotenashi (Keramah-tamahan gaya Jepang)” sekompetitif di “Rute Emas” Jepang.

Untuk itu – melalui Badan Rekonstruksi, Jepang kini tengah mengembangkan Proyek “New Tohoku” yang mempromosikan pariwisata di Tohoku. Sebagai bagian dari proyek ini, SUNNY SIDE UP Inc. memulai kampanye “MUSLIM-FRIENDLY TOHOKU” pada 1 November dan tengah mengoperasikan kantor perwakilan PR (hubungan masyarakat) “MUSLIM-FRIENDLY TOHOKU” di Jepang.

Kampanye ini bertujuan menetapkan infrastruktur yang penting untuk menerima masuknya umat Muslim di enam prefektur di distrik Tohoku. Produk perjalanan dikembangkan guna melayani negara-negara Muslim utama yang pertumbuhan ekonominya stabil (misalnya Indonesia dan Malaysia) untuk menarik wisatawan dari negara-negara ini.

Lokakarya “MUSLIM-FRIENDLY” digelar di hotel utama di Tohoku guna memperdalam pemahaman akan konsep ini untuk menciptakan dan mengembangkan layanan “omotenashi (keramah-tamahan gaya Jepang)” baru untuk menyambut umat Muslim. Alhasil, fasilitas yang memperkenalkan musholla dan makanan “MUSLIM-FRIENDLY” dijamin di Tohoku, dan kini, informasi tentang kampanye untuk pasar umat Muslim sudah tersedia.

BACA JUGA :  AS Setujui Penjualan Sistem Pertahanan Rudal ke Jepang

Pengembangan proyek ini dilatarbelakangi oleh peningkatan jumlah umat Muslim yang berkunjung ke Jepang. Jumlah wisatawan ke Jepang dari Indonesia, di mana umat Muslim dikabarkan mencakup 90% (sekira 200 juta) dari penduduknya, dan dari Malaysia, yang agama resminya Islam, meningkat hampir tiga kali lipat dalam kurun waktu empat tahun mulai 2012 hingga 2016.

Oleh karena itu, pasar pariwisata ke Jepang bahkan tak lagi bisa mengabaikan umat Muslim yang mencapai seperempat penduduk dunia. Terlepas dari situasinya, hanya ada dua fasilitas penginapan di keenam prefektur Tohoku yang bisa menyediakan makanan halal bagi umat Musim per Maret 2017, demikian studi yang dilakukan oleh Halal Media Japan. Untuk alasan ini, berbagai upaya dilakukan untuk cepat memahami apa yang umat Muslim butuhkan, agar dapat menyediakan “omotenashi” kepada umat Muslim menjelang kenaikan lebih lanjut pasar pariwisata ke Jepang yang diperkirakan pada 2020.

Kantor perwakilan PR “MUSLIM-FRIENDLY TOHOKU” di Jepang ingin lebih meningkatkan jumlah fasilitas yang berpartisipasi dalam kampanye ini, sambil menambah pengalaman wisatawan dalam “MUSLIM-FRIENDLY Omotenashi.” Model wisata yang menampilkan sejarah dan alam unik Tohoku akan diciptakan untuk bersaing dengan “Rute Emas” yang sudah cukup dikenal (misalnya Tokyo, Gunung Fuji dan Kyoto), dan informasi mengenai fasilitas serta wisata “MUSLIM-FRIENDLY” diperkenalkan melalui website bagi wisatawan yang masuk seperti JAPANiCAN Apa itu MUSLIM-FRIENDLY?

BACA JUGA :  Kapal Berawak 10 Ditemukan Di Perairan Lepas Pantai Hokkaido Diyakini Berasal Dari Korea Utara

MUSLIM-FRIENDLY sendiri, merujuk pada layanan yang disampaikan dengan kasih sayang dan pengertian akan kebutuhan khusus wisatawan Muslim, namun tidak memerlukan “sertifikasi halal” resmi. Sementara “sertifikat halal” berarti bahwa produk dan jasa harus mematuhi ajaran Islam, sehingga semua Muslim bisa menggunakannya tanpa khawatir, MUSLIM-FRIENDLY tidak harus sepenuhnya mematuhi rukun Islam.

Oleh karenanya, penting agar informasi yang benar dibagikan sehingga pengguna Muslim bisa mengambil keputusan yang tepat untuk memanfaatkan layanan yang ditawarkan berdasarkan afiliasi keagamaan mereka. Misalnya: menawarkan menu “bebas daging babi” dan “bebas alkohol,” menyediakan label kandungan makanan pada menu, menyiapkan ruangan untuk sholat dan berwudlu, dll. | red-11/ANT |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini