Telusur.co.id | Lebanon | Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri, meyakinkan negaranya bahwa pada hari Minggu ini dia akan segera pulang dari Arab Saudi, di mana dia mengumumkan pengunduran dirinya yang menggemparkan pada 4 November lalu.

Hariri memberikan penjelasan di sebuah wawancara untuk TV Masa Depan miliknya sendiri dari Riyadh. Dia menolak ditangkap dan membantah jika Saudi memaksanya untuk mengundurkan diri untuk memecah pemerintahan koalisinya dengan Hizbullah, seperti anggapan orang selama ini.

Dia mengatakan keputusannya untuk berhenti sepenuhnya adalah miliknya sendiri, dengan mengatakan bahwa dia ingin membawa “kejutan positif” ke Lebanon. Dia mengatakan bahwa negara tersebut dalam bahaya, namun tidak diberitahu secara detail bahaya itu darimana atau siapa.

BACA JUGA :  Jaga Perdamaian Dunia, Indonesia Berangkatkan Ratusan Personil TNI ke Kongo dan Lebanon

Sebelumnya, ribuan pelari dan penonton yang ambil bagian dalam maraton tahunan pada hari Minggu menuntut kembalinya perdana menteri. Mereka membawa sejumlah poster yang bertuliskan “kami Menunggu Anda” yang di tujukan kepada PM Saad.

Presiden Lebanon Michel Aoun masih belum menerima pengunduran diri Hariri. Seementara dalam wawancaranya, Minggu (12/11)  Aoun mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa perdana menteri Hariri berada di Arab Saudi dan tidak diketahui keadaannya secara jelas.

“Kebebasan Hariri telah dibatasi, bahkan ia telah putus kontak dengan anggota keluarganya sendiri,” katanya.

Hariri yang memiliki kewarganegaraan ganda Lebanon-Arab itu, dalam pidatonya menyatakan pengunduran diri ditelevisi Saudi. Lebih mengejutkan lagi, dia menyebutkan bahwa Hizbullah dan Iran sebagai pendukungnya  merencanakan akan mengambil alih negara Libanon, sebuah langkah yang dia katakan akan mengacaukan seluruh Timur Tengah.

BACA JUGA :  Jaga Perdamaian Dunia, Indonesia Berangkatkan Ratusan Personil TNI ke Kongo dan Lebanon

Hariri juga mengatakan, dia takut karena diancam akan dibunuh oleh Hizbullah. Sebelumnya Hizbullah juga disalahkan atas ledakan bom mobil pada tahun2005 yang membunuh ayahnya, mantan perdana menteri Rafik Hariri.

Pemimpin Hizbullah di Lebanon, Hassan Nasrallah, mengatakan pekan lalu bahwa pihak Saudi menekan Hariri untuk mengundurkan diri, dengan mengatakan bahwa perdana menteri tidak pernah berniat untuk berhenti. | red-12/VOA |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini