telusur.co.id | Jakarta | Dalam pemeriksaan hari ini, tersangka kasus korupsi KTP elektronik (KTP-e) Setya Novanto dicecar dengan 48 pertanyaan. Dikatakan Otto Hasibuan kliennya itu dalam kondisi kurang sehat saat proses pemeriksaan tersebut.

“Memang tadinya kurang sehat tetapi dia memaksakan diri. Mungkin dia salah makan tadi malam, dia bilang sakit perut. Beruntung tadi KPK kasih obat,” ujarnya, Kamis (23/11) di Gedung KPK Jakarta.

Kuasa hukum Setya Novanto itu, mengaku kliennya hari ini dicecar 48 pertanyaan, oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pemeriksaan sebagai tersangka.

BACA JUGA :  PLTU Riau-1, KPK Curiga Ada Pertemuan Eni Saragih Dengan Sofyan Basir

“Hari ini 48 pertanyaan dijawab semua,” kata Otto.

Ia pun memastikan kliennya akan kooperatif dalam menjalani proses pemeriksaan di KPK.

“Dan dia bilang mau selesaikan semua. Artinya dia itikad baik, kooperatif untuk menyelesaikan pemeriksaan ini sampai tuntas, ya lihat apa yang terjadi nantinya,” tuturnya.

Ia telah mengajukan permohonan kepada KPK agar dapat diberikan kesempatan memeriksa saksi atau ahli untuk memberikan keterangan yang meringankan dalam proses penyidikan.

“Syukur KPK juga mau memberikan kesempatan itu. Daftar namanya sudah kami masukkan dan saya kira itu akan dipanggil oleh KPK.

BACA JUGA :  Lasito Ditetapkan Tersangka oleh KPK, MA Langsung Bereaksi

Dalam KUHAP itu kan Pasal 65 disebutkan bahwa seorang tersangka punya hak mengajukan saksi maupun ahli dalam meringankan apa yang dituduhkan terhadap dia,” ujar Otto.

Ia merencanakan tim kuasa hukum akan membawa delapan saksi dan sudah dicatat oleh Fredrich Yunadi, kuasa hukum Setya Novanto lainnya untuk kemudian diserahkan ke KPK. | red-03/ant |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini