Telusur.co.id | Arab Saudi | Praktik-praktik korupsi oleh bangsawan dan pejabat Saudi telah menghabiskan biaya setidaknya 100 miliar dollar selama beberapa dekade terakhir.
Jaksa Agung Arab Saudi, Sheikh Saud Al Mojeb, memberikan perkiraan kerugian dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis kemarin.

Dia juga mengatakan bahwa 208 orang telah diinterogasi sebagai bagian dari penyelidikan yang dilakukan secara intensif. Tujuh di antaranya telah dilepas tanpa adanya bukti keterlibatan mereka dalam kasus korupsi.

“Berdasarkan penyelidikan kami selama tiga tahun terakhir, kami memperkirakan bahwa setidaknya 100 miliar dollar telah disalahgunakan melalui korupsi dan penggelapan dana yang sistematis selama beberapa dekade,” kata pejabat tertinggi kerajaan Arab.

“Bukti yang telah didapat sudah sangat kuat, dan telah menegaskan kecurigaan yang menyebabkan pihak berwenang Arab Saudi memulai penyelidikan secara menyeluruh.”

Pihak berwenang Saudi menahan puluhan bangsawan, pengusaha dan pejabat pemerintahan senior pada hari Sabtu dalam sebuah operasi anti-korupsi. Mereka yang ditangkap termasuk pengusaha miliarder Pangeran Alwaleed bin Talal, mantan kepala istana kerajaan Khaled Al-Tuwaijri dan pemimpin media Saudi Waleed Al-Ibrahim.

BACA JUGA :  Bowo Sidik Sempat Mampir Ke Apartemen Seorang Wanita Sebelum Diciduk KPK

Bank sentral Saudi juga telah membekukan sejumlah rekening pribadi orang-orang yang di anggap terlibat dalam skandal kini. Dan pihak berwenang di Uni Emirat Arab melaporkan telah meminta bank di sana untuk mendapatkan informasi tentang aset yang dimiliki oleh 19 bangsawan dan pejabat Saudi yang dianggap terlibat.

Sepertinya pemerintah Saudi telah bersiap untuk melakukan penyelidikan jangka panjang. Beberapa yang ditangkap dilaporkan telah ditahan di hotel bintang 5 Ritz Carlton di Riyadh, mereka telah berada di sana sejak akhir pekan. Sekarang tampaknya “semua kamar telah dipesan” sampai 1 Februari 2018.

“Kami tidak membahas tentang siapa dan kenapa mereka ditahan, asalkan mereka tamu privasi mereka tetap kami jaga,” kata seorang juru bicara hotel.

Penangkapan tersebut menyusul pembentukan komite anti-korupsi baru yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Komite Ini memiliki kekuatan yang kuat untuk menyelidiki, menangkap, mengeluarkan larangan perjalanan dan membekukan aset-aset yang ditemukannya hasil tindak korupsi.

BACA JUGA :  KPK Diminta Transparan Terkait Aliran Dana Ke Kapolri

Pejabat Saudi mengatakan bahwa penangkapan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk membersihkan segala tindak korupsi guna mendukung tujuan raja untuk mendorong kemajuan perekonomian negara tersebut dan mengakhiri apa yang pernah disebutnya sebagai “kecanduan” terhadap minyak. Perubahan yang sudah terjadi, termasuk pemotongan subsidi, pajak baru dan pada akhirnya larangan yang sangat kontroversial terhadap perempuan untuk tidak boleh mengemudi.

“Penguatan posisi [bin Salman] harus mendapat dukungan karena inilah momentum reformasi jangka pendek mengingat bahwa putra mahkota telah menjadi kekuatan pendorong yang dominan di balik agenda reformasi Vision 2030 di Arab Saudi,” kata lembaga pemeringkat Fitch dalam sebuah laporan pada hari Kamis, namun mereka juga memperingatkan bahwa akan ada peningkatan risiko reaksi timbal balik di politik.

| red-12/CNN |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini