telusur.co.id | Jakarta | Ketua Gerakan Perlindungan Anak Asa Negeri, Ena Nurjanah, mengecam keras tindakan guru terhadap muridnya yang melakukan kekerasan fisik.

Sebab, menurut mantan pengurus P2TP2 kota Depok, tindakan itu tak dapat dibenarkan terlebih pada seorang anak.

Seharusnya, dunia pendidikan merupakan tempat yang aman bagi seorang anak untuk menimba ilmu demi masa depan yang cerah.

“Peristiwa kekerasan di sekolah yang terrekam dalam video bukanlah yang pertama kali. Dan, hingga kini masih terus saja terjadi,” ujarnya di Jakarta, Selasa (7/11).

Dengan melihat Kejadian tersebut Ena menilai kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) lalai dalam memberikan pemahaman pendidikan yang ramah anak terhadap pengajar.

BACA JUGA :  GENERASI Dorong Isu Hak Anak Dimunculkan di Pilpres

“Saya melihat Kemendikbud tak bekerja secara maksimal sehingga kejadian itu selalu terulang kembali,” ucapnya.

Untuk itu ia meminta Kemendikbud segera melakukan koordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), agar masalah kekerasan guru terhadap murid tak terulang kembali.

“Tanpa ada upaya sosialisasi, peringatan awal sebagai bentuk pencegahan, maka harapan menjadikan sekolah ramah dan aman bagi anak Indonesia hanya tinggal impian,” pungkasnya.| red-06 |

 

 

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini