telusur.co.id | Jakarta | Ketua Umum Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI), Didin Hafidhuddin menyesalkan munculnya fenomena penolakan, pembubaran, atau penghentian kegiatan tabligh akbar di beberapa daerah. Apalagi, yang menolak dan membubarkan adalah seagama dan seiman.

“Kita semua adalah sesama saudara seagama dan seakidah Ahli Sunnah wal Jamā’ah, harus saling mencintai, menjaga  bahkan saling membela dan saling menguatkan,” ungkap Didin melalui keterangan tertulisnya. Rabu (8/11).

Didin meminta kepada semua komponen umat untuk saling menghargai dan saling mendukung kegiatan dakwah ini, terutama kegiatan tabligh akbar, bukan sebaliknya menghalang halangi, menolak atau bahkan berusaha membubarkannya.

Sebagai lembaga yang konsentrasi dalam dakwah, BKsPPI menyeru dan mengajak semua pondok pesantren di Indonesia dan semua ormas Islam serta seluruh komponen umat untuk menjadi pelopor dalam menjaga kesatuan dan persatuan umat dan bangsa.

Baginya, hanya dengan kesatuan dan persatuan sajalah akan melahirkan kekuatan umat dan bangsa dalam berbagai bidang kehidupan.

Lebih jauh Didin mengatakan, kegiatan tabligh akbar merupakan bagian dari kegiatan dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang merupakan kewajiban setiap muslim dimanapun mereka berada, apapun posisi maupun profesinya. Kegiatan dakwah seperti inilah yang akan menghasilkan kebaikan, kemaslahatan dan kebahagiaan bagi umat.

Dalam kegiatan dakwah ini, kata Didin, tentu para da’i akan melakukan kegiatan dakwahnya dengan penuh kearifan dan penuh kebijakan serta menyampaikan pesan-pesan dakwah yang membangkitkan semangat umat untuk melaksanakan ajaran agama dalam semua bidang kehidupan yang penuh dengan rahmat.

“Kasih sayang, toleran (tasamuh), menghargai adanya perbedaan dalam wilayah furu’iyyah dan dakwah yang berisikan pesan kesatuan dan persatuan umat sebagai sebagai sesama anak bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)  yang kita cintai,” tandasnya.

Sebelumnya, pengajian Felix Siauw di Masjid Manarul Islam, Bangil, Pasuruan, pada Sabtu pekan lalu terpaksa dibubarkan oleh Ansor dan Banser.| red-1 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini