telusur.co.id | Samarinda | Tim taekwondo Kalimantan Timur hanya mampu menambah empat medali perunggu pada hari ketiga kejuaraan nasional taekwondo senior di Gedung POPKI Cibubur, Jakarta, Sabtu.

Pelatih tin taekwondo Kaltim Agus Sujito dihubungi dari Samarinda, Sabtu, mengatakan, dari tambahan empat perunggu tersebut, tiga di antaranya diperoleh dari nomor seni atau poomsae dan satu medali di nomor kyorugi atau tarung.

“Satu perunggu kelas kyorugi diraih Harman Fandu Wilantara yang bertanding di kelas 68 kilogram ke bawah, perunggu lainnya di kelas poomsae individual putri melalui Ruhil, Rastra Jabadiu (putra) dan berpasangan putra putri oleh Herwin dan Kavita,” papar Agus.

BACA JUGA :  Sumbangkan Emas Pertama, Pemerintah Jangan Abaikan Nasib Defia

Hingga hari ketiga pelaksanaan kejurnas, tim Kaltim sudah mengoleksi satu emas, dua perak dan delapan perunggu.

Satu-satunya medali emas direbut oleh tim Kaltim pada hari pertama kejurnas, Kamis (23/11), melalui Teguh Prakoso yang bertarung di kelas 74 kilogram ke bawah.

“Kami berharap di pertandingan terakhir performa atlet yang belum bertanding tetap terjaga, karena sudah pasti kami mengharapkan kejutan di hari terakhir. Semoga kami bisa menambah medali emas,” katanya.

Meskipun hanya bisa menumpuk medali perunggu, Agus mengatakan bahwa secara umum pencapain tim taekwondo Kaltim pada kejurnas tahun ini sudah cukup maksimal, karena selain persiapan yang cukup mepet, materi atlet yang diturunkan juga banyak berisi talenta muda.

BACA JUGA :  Gami, Sambal Khas Bontang

Ia mengaku hanya mengambil sisi positif dengan sasaram untuk mengasah kemampuan dan jam terbang para atlet, khususnya atlet usia muda.

“Bagi kami ini menjadi hal yang positif, utamanya untuk menyongsong PON 2020 di Papua, yang rencananya bakal menerapkan pembatasan usia atlet,” tegas Agus Sujito.

| red-11/ANT |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini