telusur.co.id | Jakarta | Perkelahian antar pelajar atau duel ala gladiator kembali terjadi di Desa Gobang, Kampung Leuwi Halang, Rumpin, Kabupaten Bogor pada Jumat (24/11).

Perkelahian yang melibatkan enam siswa dari SMP swasta tersebut, merenggut nyawa satu orang siswa berusia 16 Tahun.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti, menyampaikan rasa prihatian sekaligus duka yang mendalam atas meninggalnya ananda ARS.

“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Jakarta, Senin (27/11)

Tak hanya itu, kematian ARS juga membuat KPAI bersama Inspektorat Kemendikbud pada Senin, (27/11), langsung meninjau dan melakukan pengawasan dengan mendatangi sekolah korban dan Polsek yang menanganinya.

BACA JUGA :  KPAI Prihatin Ada Siswa Meninggal Saat MPLS

“Hal itu untuk mengetahui kronologi kematian ARS,” ujarnya dalam keterangan yang di terima, Jakarta, Senin (27/11).

Dari hasil keterangan yang di dapat Menurut Retno, pertarungan antar dua sekolah tersebut memang telah direncanakan.

“Lokasi perkelahian dan waktunya telah mereka tentukan,” ucapnya.

KPAI juga mendapat keterangan bahwa Pelaku dan saksi, melakukan duel sebagai bentuk adu ilmu kebal.

“Saat duel, salah satu yang dianggap tidak punya kekebalan sehingga ARS kehabisan darah akibat luka tusukan benda tajam,” terangnya.

Seperti yang diberitakan di berbagai media lokal, satu orang pelajar tewas akibat sabetan senjata tajam.| red-06 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini