telusur.co.id | Jakarta | Pengamat Politik dari Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengatakan adanya penilaian terhadap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sebagai 5 besar menteri berprestasi kuranglah tepat.

Imam Nahrawi dianggap memiliki kinerja cukup baik. Pria asal Bangkalan, Madura itu mendapatkan 2,1 persen suara untuk menempatkannya di posisi lima besar.

Data itu berdasarkan survei nasional yang dilakukan Populi Center yang dirilis 2 November 2017. Sementara, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menempati urutan pertama menteri paling berprestasi di era Jokowi dengan perolehan 37,9 persen suara.

Khofifah Indar Prawansa yang menjabat Menteri Sosial jadi yang berprestasi kedua dengan suara 8,2 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani di urutan ketiga (7,1 persen) dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menutup lima besar menteri berprestasi.

Lanjut, Ujang memaparkan dengan melihat capaian Menpora yang ada sejauh ini masih jauh dikatakan dari memuaskan dan berprestasi.

” Menilai kinerja kan mudah saja, lihat saja prestasi Indonesia di Asean games kemarin di Malaysia. Prestasi kita di belakang dan sangat memalukan,” ujar Ujang kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/11/2017).

Terkait informasi masuknya Menpora dalam daftar Menteri yang harus direshuffle oleh Presiden Joko Widodo. Ujang menuturkan ada baiknya hal tersebut dapat disikapi oleh Politisi asal Bangkalan, Jawa Timur ini dengan positif dengan berkaca diri akan prestasi yang sudah di dapat.

” Jika kinerja baik harus katakan baik. Begitu juga sebaliknya jika berkinerja buruk harus siap direshuffle, Jangan lakukan aksi panggung yang membuat seakan mencari aman,” tandas Akademisi Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta ini.| red-06 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini