Telusur.co.id | JAKARTA | Presiden Direktur Astra Infra Toll Wiwiek D. Santoso mengatakan akan mempelajari kemungkinan untuk membeli jalan tol Becakayu apabila PT Waskita Toll Road sebagai pemilik jalan tol yang menghubungkan Bekasi-Cawang-Kampung Melayu berniat menjualnya.
“Kami akan mempelajari dulu kemungkinannya. Ibarat kata anak muda sekarang PDKT (pendekatan) dulu,” kata Presiden Direktur Astra Infra Toll Wiwiek D. Santoso dalam media gathering, di Jakarta, Rabu (8/11/ 2017).
Tampil sebagai pembicara dalam acara tersebut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna, dan pengamat dari media Tommy Suryopratomo dan Herry Teriyanto (Pemred Bisnis Indonesia).
Menurut Wiwiek, pihaknya sedang menunggu apakah jalan tol sepanjang 23 km tersebut akan dijual secara lelang terbuka atau pendekatan antar perusahaan.
“Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya,” katanya.
Kepala BPJT Herry TZ mengatakan sikap pemerintah adalah bersikap imbauan, karena kalau menyangkut internal perusahaan pemerintah tidak bisa mencsmpuri terlalu dalam.
“Imbauan tersebut dimaksudkan agar kemampuan perusahaan untuk membangun jalan tol yang baru terdorong, sehingga bisa lebih cepat dan lebih banyak jalan tol yang terbangun,” katanya.
Wacana untuk menjual jalan tol Becakayu mengemuka setelah Menteri Negara BUMN Rini Sumarno pada saat pembukaan ruas jalan tol tersebut untuk menjual kepemilikan jalan tol tersebut.
Dijual ke Investor
Menteri Negara BUMN Rini Sumarno mengatakan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan jalan tol di Tanah Air, jalan tol yang sudah jadi –termasuk Becakayu–akan dijual ke investor.
“Karena pembangunan jalan tol itu banyak, sudah deh yang sudah selesai jual saja,” kata Menneg BUMN Rini Sumarno seusai peresmian jalan tol Becakayu di Jakasampurna Bekasi, Jumat (3/11/2017).
Menurut dia, jalan tol yang akan dijual bisa saja milik Jasa Marga, Astra Infra, atau lainnya guna mendapat uang cash untuk pembangunan jalan tol tol dari Banten sampai Banyuwangi.
“Kalau sudah nyambung sampai Banyuwangi, bisa diteruskan ke jalur Pantai Selatan (Pansela) Pulau Jawa,” katanya.
Menurut dia, jalan tol ini kalau sudah selesai satu Seksi atau dua Seksi, setelah dicoba bisa menghasilkan pendapatan.
“Makin cepat dibuka, selain pendapatan yang masuk, juga semakin bagus harganya,” ujarnya.
Menurut Rini, Becakayu akan dijual karena sudah ada jaminan traffic yang sekitar 22.500 kendaraan per hari pada awal pembukaannya. Setelah terkoneksi semua Seksi, bisa naik sampai dua kali lipat menjadi 45.000-50.000 kendaraan per hari,” tambahnya.
Menurut dia, masih banyak jalur jalan tol yang harus diselesaikan.
Rini mengatakan bahwa pembangunan jalan tol sampai Banyuwangi dan Pansela masih terkendala dana pembebasan lahan.
“Kalau tidak cepat kita lepaskan jalan tol yang sudah jadi, akan menghambat pembangunan jalan tol lainnya,” tuturnya.
Menanggapi rencana PT PP untuk menjual saham minoritas sekitar 20%, Menurut Rini, hal itu memang ditekankannya.
“Yang kecil kecil ini kalau bisa dijadikan satu. Dalam satu ruas jalan tol ada PP, ada Wika, Waskita. Mereka di sana sebagai investor dan kontraktor, sehingga mereka perlu bersama-sama untuk dijual, sehingga pihak luar tertarik untuk membeli,” tambahnya.
Menurut dia, kalau hanya kecil kecil saja menjadi kurang menarik bagi investor. (Agus)

 

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini