telusur.co.id | Denpasar | Tensi politik jelang digelarnya Pilgub Bali 2018 semakin memanas saja. Usai PDIP akan mengumumkan rekomendasinya pada Sabtu (11/11) esok, membuat berbagai parpol lainnya menggejar ketinggalan untuk memanaskan mesin politiknya. Terbaru, Golkar, Demokrat, Gerindra, NasDem, PAN, PKPI, Hanura, PKS, dan Perindo menggelar pertemuan di sebuah restoran Pondok Kuring Renon Denpasar, Kamis malam (9/11).

Hadir dalam pertemuan tersebut umumnya berasal dari petinggi partai, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara, dan pensihat partai. Para petinggi partai itu sepakat membentuk koalisi yang disebut dengan KRB untuk mengusung satu paket yang disepakati.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali-Nusra DPP Golkar, AA Bagus Adhi Mahendra alias Gus Adhi mengaku bahwa koalisi ini terbentuk atas dasar kesamaan pandangan untuk Bali ke depan. “Kita melepaskan kepentingan kita, melepaskan ego kita masing-masing, dan kita bersama-sama partai yang ada untuk Bali dan mau membangun Bali ke depan,” ucapnya.

Dirinya juga mengaku bahwa koalisi ini terjalin atas inisiatif dari Golkar dan Demokrat. Ia juga mengaku bahwa walaupun sudah mengantongi jumlah kursi yang cukup, namun pihaknya juga ingin membangun Bali secara bersama-sama.

BACA JUGA :  Tak Masalah Keputusan RUU Pemilu Diundur, Demokrat Tetap Bertahan PT 0 Persen

“Ini lahir dari kebersamaan kita. Sebenarnya Golkar kan sudah cukup mengusung calon sendiri. Tapi kami merasa penting untuk membangun bersama-sama, untuk Bali ke depan. Oleh sebab itu kami mengajak parpol tersebut. Golkar dan Demokrat awalnya sudah berkomunikasi dan ini sudah menjadi bola salju dengan banyak yang bergabung,” terangnya.

Anggota DPR RI Fraksi Golkar ini juga mengatakan bahwa pihaknya sudah merencanakan melaksanakan deklarasi pada tanggal 20 November 2017 mendatang. Mengenai siapa yang akan diusung, ia menolam untuk membeberkannya.

“Nanti rencana deklarasi kami tanggal 20 November, mudah-mudahan sudah keluar nama. Ada lah, kalau sebut nama-namanya sekarang kan gak enak kalau gak masuk,” ujarnya.

Sementara, Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta saat dikonfirmasi di sela-sela pertemuan menjelaskan, KRB dibentuk bukan untuk melawan siapa-siapa, tetapi untuk mencari pemimpin Bali terbaik ke depan. “Kita hanya sepakat dalam KRB untuk mengusung dan mencari pemimpin terbaik ke depan. Itulah sebabnya, ada 9 partai berkumpul malam ini dan sepakat secara bulat untuk membentuk sebuah koalisi yang disebut KRB. KRB akan mengusung satu paket dalam Pilgub Bali tahun depan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Didukung Jadi Capres, Zulkifli Merasa Presiden Threshold 20 Persen Berat!

 

Menurutnya, soal nama siapa yang diusung akan dimumumkan hari ini, Jumat (10/11). “Malam ini tanggal 9 November, dari 9 partai bertemu. Malam ini masing-masing partai sembahyang, bersemedi, meditasi, untuk menentukan nama calon yang akan diusung dalam Pilgub nanti. Besok nama itu akan diumumkan,” ujarnya.

Dua nama calon digadang-gadang akan diusung koalisi ini yakni, Ketua DPD Golkar Bali yang juga Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra. Menurutnya, soal nama adalah soal mudah, yang terpenting seluruh anggota KRB sepakat terlebih dahulu. | red-010

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini