telusur.co.id | Jakarta | Partai Golongan Karya (Golkar) saat ini melakukan Rapat Pleno membahas penonaktifan Setya Novanto (Setnov) sebagai Ketua Umum Golkar.

Langkah itu dilakukan untuk menjaga citra dan marwah partai berlambang pohon beringin di mata masyarakat.

Politisi Partai Golkar Yorrys Raweyai meminta forum rapat pleno yang sedang berlangsung memberhentikan Novanto sebagai ketua Umum dan menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

“Makanya dalam rapat pleno hari ini harus memberhentikan SN. Sehingga golkar bisa menentukan langkah strategi rebound dan branding,” ujarnya di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11).

BACA JUGA :  Wisata Tanjung Pinang Harus Di Promosikan Terus Menerus

Menurut Yorrys, Jika Golkar tak mengganti Setya Novanto, bukan tidak mungkin elektabilitas partai semakin terpuruk.

Saat ini, Ia mengakui turunnya elektabilitas Partai Golkar akibat dari Ketua Umum Golkar yang tersangkut mega skandal korupsi elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP). “Ini memberikan dampak negatif terhadap elektabilitas kita. Untuk mencapai perolehan untuk 2018 dan 2019,” ujarnya

Namun, setelah penahanan Novanto,oleh KPK, posisi partai yang berdiri sejak 1964, menjadi perbincangan hangat di kalangan publik.

Oleh karena itu, Yorrys merasa yakin elektabilitas partai berlambang pohon beringin akan kembali meningkat dan dapat memenangkan pemilu 2019 mendatang.

BACA JUGA :  Siapapun Ketua Umum Golkar, Dukungan Ke Jokowi Sudah Final

“Sekarang kenapa jadi seksi ini golkar karna dia punya 91 kursi di dpr ri dan perolrhan dia 14%. Nah ini kita bicara strategi di 2019,” jelasnya.| red-06 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini