telusur.co.id  | Lhokseumawe | Management Sumatra Utara yang bekerjasama dengan Organisasi Mahasiswa serta sekolah yang ada di kota Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam menggelar acara Seminar Motivasi Nasional di Aula Gor Arun Gampong Batuphat Timur Kecamatan Muara satu pada Jumat (01/12/17).

Acara yang di ikuti 1000 peserta yang terdiri dari pemuda, Pelajar dan Mahasiswa berbagai kampus DEMA IAIN Lhokseumawe, Unimal, Politeknik, Stikes Muammadiyah, SMA Negeri 1,Negeri 2, SMA  Modal Bangsa Arun dan Pers Mahasiswa Al-Kalam.

Syafii Efendi, sebagai salah satu pembicara mengatakan, sebagai anak bangsa harus mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan global. Untuk itu, dia mengungkap alasan mengapa harus berubah sekarang untuk menuju kesuksesan di masa depan.

“Saat ini MEA sedang berjalan serta menjadikan persaingan kiat ketat, lapangan kerja semakin sedikit, keluarga menuntut kesuksesan, usia terus bertambah, nilai uang semakin turun, kriminalitas tinggi. Maka kita harus berubah,” ungkap Syafii dalam seminar.

Dalam membentuk karakter dan jiwa petarung dikalangan anak muda dan mahasiswa, maka dibutuhkan motivasi serta semangat untuk lebih baik. “Jika tidak ada motivasi maka jiwa dan semangat pemuda itu redup,” katanya.

Selain itu, Syafii yang mengklaim murid Mario Teguh itu menegaskan kepada para peserta, untuk meningglkan hal-hal yang tidak produktif seperti ‘pacaran’. Bagi dia, pacaran hanya menghabiskan waktu dan tidak bermanfaat. “Menuju pribadi sukses harus tinggalkan “pacaran”. Tinggalkan saja pacarmu,” tandasnya.

“Pacaran bukan tindakan yang baik, sebab banyak kerugian dan keburukan yang di dapatkan pacaran. Saya paling tidak suka orang yang kurang sejahtera tapi pacaran. Hidup ini pahit Jainab, jangan dibikin pahit dengan pacar,” tegas motivator motivator muda 26 tahun itu.

Ia berharap pemuda dan mahasiswa harus berpikir sukses terlebih dahulu baru memikirkan yang lainnya. “Jangan pacaran dulu, kita harus membangun cinta yang baik serta menjadikan pribadi peserta untuk keluar dari zona nyamannya untuk terus belajar dan mengikuti semua pelatihan-pelatihan yang penting dan berani hidup berbeda dari orang lain,” tutupnya.

Siska Andriani Naibaho selaku ketua panitia ikut menimpali pernyataan Syafii. Kata Siska, untuk mempersiapkan mental pemuda dan pemudi Indonesia yang tangguh dalam menghadapi proses gobal terkait Masyarakat Ekonomi Asean, dibutuhkan semangat yang kuat.

“Sebuah tantangan bagi pemuda untuk meningkatkan daya saing yang kuat dalam menghadapi para para investor yang sangat mudah datang ke Indonesia terutama motivasi tentang kewirausaahan untuk menjadi generasi muda yang berjiwa kreatif dan mampu memanfaatkan sesuatu yang ada,” ungkap dia.

Dia berharap dengan adanya seminar ini membuat pemuda, mahasiswa dan pelajar lebih giat lagi dalam mengembangkan diri agar menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa, agama dan dirinya sendiri. | Iskandar |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini