telusur.co.id| Afghanistan | Sedikitnya 40 orang telah terbunuh dan puluhan lainnya terluka menyusul ledakan beruntun di sebuah pusat kebudayaan Syiah di Kabul.

Najib Denmark, juru bicara kementerian dalam negeri Afghanistan, mengatakan bahwa penyerang bunuh diri memicu ledakan di luar pusat tersebut.

Negara Islam mengatakan bahwa pihaknyalah yang melakukan serangan tersebut, dan mengklaim melalui propaganda propaganda Amaq bahwa mereka menargetkan pusat tersebut dengan tiga bom diikuti oleh sebuah bom bunuh diri.

Penyerang kemudian menyerbu masuk dan ledakan lainnya terdengar di ruang bawah tanah pusat kebudayaan.

Sedikitnya 56 orang juga terluka dalam serangan tersebut.

Taliban dengan cepat membantah terlibat dalam serangan tersebut, dan biasanya tidak memilih Muslim Syiah untuk serangan dalam pemberontakannya di negara mayoritas Sunni.

BACA JUGA :  Gawat! Kalah di Timur Tengah ISIS Malah Kabur ke Filipina

Pusat kebudayaan terletak di lingkungan Syiah di barat Kabul dan menjadi tuan rumah diskusi panel pagi.

Adalah pejuang afiliasi ISI yang aktif di negara ini, yang menargetkan populasi minoritas Syiah Afghanistan yang menurut kelompoknya dianggap murtad.

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, menggambarkan serangan tersebut sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan” dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh istana kepresidenan.

Dia mengatakan: “Teroris telah membunuh orang-orang kami. Teroris telah menyerang masjid kami, tempat suci kami dan sekarang pusat kebudayaan kami.”

Presiden Ghani mengatakan bahwa serangan tersebut terhadap Islam dan “semua nilai kemanusiaan”.

BACA JUGA :  Gawat! Kalah di Timur Tengah ISIS Malah Kabur ke Filipina

Sekretaris Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, mengatakan: “Saya terkejut dengan serangan keji ini terhadap sebuah pusat kebudayaan di Kabul yang telah merenggut begitu banyak nyawa yang tidak bersalah, dan saya berbelasungkawa sepenuh hati kepada para korban dan keluarga mereka.

“Kami tetap bertekad dalam tekad kami untuk membantu rakyat Afghanistan mengatasi teror dan kami berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Afghanistan dalam mengupayakan masa depan yang lebih cerah bagi rakyatnya.

“Laporan awal menunjukkan bahwa Daesh di Afghanistan telah mengklaim bertanggung jawab. |red /sky|

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini