telusur.co.id| Prancis | Sedikitnya enam anak meninggal setelah bus sekolah mengalami tabrakan dengan kereta api di Prancis selatan.

Tabrakan tersebut terjadi pada persimpangan di dekat daerah berhutan di Millas dekat kota Perpignan dan menyebabkan setidaknya 18 orang terluka.

Bus tersebut membawa 16 anak muda berusia antara 11 dan 17 dari sebuah sekolah menengah di Millas.

Perusahaan kereta api milik negara SNCF  mentweet “dukungan sepenuh hati untuk para korban dan keluarga mereka”. Hal ini diyakini sebagai salah satu kecelakaan terburuk yang melibatkan bus sekolah di Prancis selama lebih dari 30 tahun.

Seorang juru bicara SNCF menambahkan bahwa kereta tersebut beroperasi pada kecepatan 80kph (49.7mph) pada saat kecelakaan itu ada 25 penumpang di kereta, tiga di antaranya “luka ringan”.

Orang-orang yang tewas dan terluka parah semuanya penumpang bus sekolah, dan korban luka dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan segera.

Kereta tersebut sedang melakukan perjalanan ke barat dari Perpignan ke kota Villefranche de Conflent saat menabrak bagian belakang bus, yang oleh walikota tetangga Saint-Feliu-d’Amont, Robert Olive, digambarkan sebagai “kejadian yang mengerikan”.

BACA JUGA :  Kendaraan Otonom Makan Korban Jiwa Pertama

“Itu adalah persimpangan klasik, dilengkapi dengan sistem baik dan terang,” kata juru bicara SNCF.

“Beberapa saksi menegaskan bahwa penghalang kereta telah turun.”

Tujuh puluh petugas pemadam kebakaran dipanggil ke tempat kejadian, di samping 10 ambulans, dua ambulans udara dan dua helikopter polisi.

Sebuah “unit koordinasi krisis” juga didirikan, seperti sebuah pusat bantuan medis untuk memberikan dukungan psikologis kepada mereka yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, menurut seorang pejabat setempat.

Menteri Transportasi Elisabeth Borne menggambarkan tabrakan tersebut sebagai “kecelakaan mengerikan” dan mengatakan di Twitter bahwa dia sedang menuju ke tempat kejadian sekitar 530 mil dari Paris dan dekat dengan perbatasan Spanyol.

Dia bergabung dengan Perdana Menteri Edouard Philippe, yang mengatakan bahwa proses identifikasi korban “sangat sulit” dan penyidik ​​akan memprioritaskan untuk memberikan “informasi yang tepat” kepada keluarga yang terkena dampak.

BACA JUGA :  52 Orang Meninggal Dalam Kebakaran Bus di Kazakhstan

“Saya ingin mengungkapkan kesedihan dan emosi yang dimiliki oleh semua orang yang merupakan saksi langsung atau tidak langsung atas kecelakaan ini,” tambahnya.

Presiden Emmanuel Macron menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada “korban kecelakaan mengerikan ini”.

Semua kereta antara Villefranche dan Perpignan telah dihentikan dan mereka yang mencari perjalanan kereta api di daerah tersebut telah diperingatkan akan terjadi penundaan lama.

Kecelakaan tersebut merupakan yang ketiga kalinya yang menyebabkan beberapa korban jiwa di perkeretaapian Prancis dalam empat tahun terakhir.

Pada bulan November 2015, kereta TGV berkecepatan tinggi yang sedang diuji coba antara Paris dan kota Strasbourg di utara tergelincir setelah mencapai sebuah jembatan dengan kecepatan 243kph (150mpg), menewaskan 11 orang di dalamnya.

Tujuh orang tewas pada Juli 2013 ketika sebuah kereta komuter jatuh di sebuah stasiun di selatan Paris.

Kecelakaan itu diakibatkan cacatnya sinyal. | Deandra /skynews |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini