telusur.co.id | Jakarta | Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, mengecam tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donal Trump, yang memberikan pengakuan resmi terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Tentu kita kecam ini,” ucapnya di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (07/12).

Tidak itu saja, Politisi PAN ini juga meminta bangsa Indonesia untuk mengecam tindakan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Karena ia khawatir, pengakuan dari AS itu akan menimbulkan masalah baru dalam hal terorisme.

“Ini kewajiban kita . kewajiban konstitusi untuk mengecam. Memindahkan ibu kota itu yang akan menimbulkan terorisme baru karena kebijakan-kebijakan itu akan menimbulkan perpecahan,” ungkap Zul.

Seperti diketahui, sampai saat ini status Yerusalem tetap menjadi salah satu isu pokok dalam Konflik Israel dan Palestina.
Menurut catatan sejarah, selama Perang Arab-Israel 1948, Yerusalem Barat termasuk salah satu daerah yang direbut dan kemudian dianeksasi oleh Israel. Sedangkan Yerusalem Timur, termasuk Kota Lama, direbut dan kemudian dianeksasi oleh Yordania.

BACA JUGA :  PAN Masih Pikir-pikir Merapat ke Jokowi

Israel merebut Yerusalem Timur dari Yordania pada Perang Enam Hari tahun 1967 dan setelah itu menganeksasinya ke dalam Yerusalem, bersama dengan tambahan wilayah di sekitarnya.
Disebutkan dalam sejarah, satu Hukum Dasar Israel, yaitu Hukum Yerusalem tahun 1980, menyebut Yerusalem sebagai ibu kota yang tak terbagi dari negara tesebut.

Semua bidang pemerintahan Israel berada di Yerusalem, termasuk Knesset (parlemen Israel), kediaman Perdana Menteri dan Presiden, juga Mahkamah Agung. Masyarakat internasional menolak aneksasi tersebut dengan menyebutnya ilegal dan memperlakukan Yerusalem Timur sebagai teritori Palestina yang diduduki oleh Israel.

BACA JUGA :  Ketua MPR RI Sebut Generasi Zaman Now Punya Peran Besar Pertahankan NKRI

Namun, Israel memiliki suatu klaim yang lebih kuat untuk kedaulatannya atas Yerusalem Barat. Tapi masyarakat internasional tetap tidak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Karena konsekuensi itu tidak ada kedutaan asing yang didirikan di kota ini.

Di Yerusalem juga terdapat beberapa lembaga Israel non-pemerintah yang memiliki kepentingan nasional, misalnya Universitas Ibrani dan Museum Israel dengan Shrine of the Book di lapangannya.| Eka Mutia |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini