telusur.co.id | Jakarta | Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Jazuli Juwaini memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya acara Reuni Akbar 212 pada Sabtu, (2/12) .

Menurutnya, berkumpul, berserikat dan mengemukakan pendapat merupakan hak setiap warga negara yang di jamin oleh negara, apalagi acara itu dikemas secara positif dengan doa dan dzikir bersama dan sama sekali tidak dimaksudkan untuk menggangu ketertiban umum.

“Kebebasan mengemukakan pendapat di muka umum dijamin oleh konstitusi Pasal 28E Ayat (3) dan merupakan bagian dari hak asasi manusia. Semua pihak sebaiknya melihat dengan kaca mata positif dan konstruktif acara Reuni 212 sebagai aktualisasi semangat ukhuwah dan silaturahim kebangsaan di kalangan umat Islam,” ujarnya dalam keterangan yang di terima telusur.co.id, Jakarta, Minggu (3/12).

BACA JUGA :  Penyanderaan 1.300 Warga Papua, Jazuli: Perlu Penanganan Komperhensif

Politisi asal Banten berharap, energi umat yang dahsyat ini, diarahkan untukĀ  kemaslahatan dan kebaikan bangsa Indonesia. “Diharapkan energi ini selalu mengarakan pada kebaikan bangsa ,” ucapnya

Untuk itu, anggota komisi I meminta, penyelenggara dan massa Reuni 212 selalu hadirkan semangat visi dakwah Islam yang rahmatan lil alamin dan terbarkan kedamaian bagi bangsa Indonesia yang kita cintai bersama.

“Kokohkan kesadaran dan tanggung jawab untuk menjaga NKRI milik kita semua. Tanggung jawab yang muncul dari kesadaran sejarah dan kehendak untuk memajukan Indonesia,” harapnya..

Kemudian, lanjut Jazuli, umat jangan sampai mudah terpengaruh dengan berbagai hasutan atau isu- isu hoax yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.

BACA JUGA :  Pernyataan Donald Trump Bentuk Provokatif, Jazuli: Indonesia Harus Protes Keras

“Tingkatkan kecerdasan literasi umat dalam persoalan-persoalan kebangsaan,” ucapnya lagi.

Ia juga berharap, peningkatan upaya pemberdayaan ekonomi umat, sehingga umat semakin mandiri dan menjadi bagian solusi dari permasalahan bangsa secara keseluruhan.

“Terakhir, lakukan Reuni 212 secara tertib dan damai. Tunjukkan wajah umat dan bangsa Indonesia yang teduh sebagaimana aksi-aksi selama ini. Eratkan persatuan dan kesatuan diantara elemen bangsa dan tetap waspada upaya provokasi dari provokator yang berniat mengadu domba sesama anak bangsa,” pungkas Jazuli.| Farouk Iskandar |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini