Telusur.co.id| Addis Ababa, Ethiopia | Komisi Uni Afrika (AU) mempertanyakan keputusan Amerika Serikat untuk mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Negara Israel.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu (6/12) berkata bahwa Amerika Serikat mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan akan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.

“Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat menyampaikan keprihatinan yang mendalam mengenai keputusan Pemerintah Amerika Serikat untuk mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kotra Negara Israel,” kata AU di dalam satu pernyataan yang disiarkan pada Kamis.

BACA JUGA :  PBB Tolak Amerika Serikat, Ancaman Trump Gak Ngaruh Tuh

Menurut pernyataan tersebut, keputusan itu hanya akan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut dan ke luar dan menambah rumit upaya untuk mewujudkan penyelesaian bagi konflik Palestina-Israel.

“Ketua Komisi kembali menyampaikan solidaritas Uni Afrika buat rakyat Palestina dan dukungannya buat hak sah mereka bagi negara merdeka dan berdaulat dengan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya,” tambah pernyataan itu, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat.

Ketua Komisi Uni Afrika tersebut juga menyerukan dilancarkannya kembali upaya internasional untuk mewujudkan penyelesaian yang adil dan langgeng bagi konslik itu, “dengan dasar keberadaan dua negara –Israel dan Palestina, yang hidup berdamping dalam kedamaian dan keamanan, dengan kerangka kerja pengumuman terkait PBB dan Uni Afrika”.

BACA JUGA :  Pasukan Israel Membunuh Tiga Warga Palestina dalam Protes di Gaza

Pengumuman Presiden AS Donald Trump pada Rabu untuk mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel mengundang reaksi keras dari negara Arab dan dunia Islam, otoritas Israel memuji tindakan tersebut sebagai “keputusan yang adil dan berani”.| Deandra /ant |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini