telusur.co.id | Jakarta | Walaupun Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, tidak hadir dalam acara Reuni Akbar 212.

Namun, melalui sambungan Telepon, Rizieq, mengajak seluruh umat Islam menjalankan ajaran Al-Quran serta menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bersyariah.

Menurutnya, konsep NKRI bersyariah bukan untuk merubah Pancasila melainkan sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam sila pancasila.

“Banyak yang memfitnah NKRI bersyariah ingin mengganti UUD 45, ingin mengganti Pancasila. NKRI bersyariah ingin menghancurkan kebhinekaan. Itu fitnah. Dusta semua,” tegasnya dalam sambungan telpon, Sabtu (02/12).

BACA JUGA :  Presidium 212 Yakin Habib Rizieq Tak Pulang Besok

Ia menjelaskan, NKRI Bersyariah yang di maksud, NKRI yang beragama, bukan ateis ataupun komunis.

“Menjunjung persatuan dan musyawarah, melindungi semua agama agar bisa menjalankan Ibadahnya masing-masing,” ucapnya.

Tak hanya itu, Rizieq menegaskan, bahwa pihaknya tak akan merubah pancasila ataupun Undang-Undang Dasar (UUD)1945.

“‘NKRI Bersyariah’ adalah yang berdasarkan Pancasila dan (UUD 45 yang disahkan pada) 18 agustus 1945 asli yang dibuat Piagam Jakarta.” ungkapnya lebih lanjut.

Seperti yang diberitakan, Rangkaian kegiatan reuni 212 selesai pada siang hari. acara ini bertajuk ‘Maulid Agung dan Reuni Akbar Alumni 212’. Rangkaian acaranya dimulai pada Sabtu (2/12/2017) sejak pukul 03.00 WIB.| Eka Mutia |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini