Foto: net

telusur.co.id l Jakarta l Sikap kader dan pengurus PPP seluruh Indonesia yang mendesak agar Ketua Umum PPP Djan Faridz mencabut dukungan ke Jokowi pada Pemilu serentak 2019 akan berdampak buruk bagi Jokowi. Setidaknya, suara Jokowi di Pemilu 2019 akan gembos karena kehilangan suara dari pemilih PPP dan umat islam.

Demikian pernyataan pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta, Ujang Komarudin menanggapi sikap PPP yang akan mencabut dukungan Jokowi di Pilpres mendatang.

“Jika ditinggalkan PPP suara Jokowi bakal berpengaruh bahkan bisa gembos. Kita tahu pemilih PPP di seluruh indonesia cukup solid dan tingkat militansinya sangat kuat dan tinggi,” ujar Ujang.

Selama ini, sebut dia, tingkat elektabilitas Jokowi sangat memprihatinkan, karena sebagai inkumben tidak bisa melebihi angka 50 sampai 60 persen. Nah, jika ditinggalkan PPP suara Jokowi bakal merosot lagi.

BACA JUGA :  Jual Saham Bir, Belly: Ini Berkah Ramadhan dan Cita-cita PPP Sejak Dulu

Iapun menganalogikan Jokowi dengan Ahok, pada pilgub Jakarta, Ahok susah untuk menaikan tingkat elektabilitas di atas 50 persen karena dianggap sebagai pemimpin yang anti islam.

Ujang yang juga sebagai Direktur Eksekutif Indonesia Political Review meyakini jika suara Jokowi akan terus tergerus dan mengikis. “Ingat pada pemilu lalu itu bedanya Jokowi dengan Prabowo itu hanya sekitar 6 jutaan. Nah, kalau suara PPP hilang bisa gembos suara Jokowi. Makanya, jangan merasa jumawa dulu karena jarak Jokowi dengan Prabowo itu beda tipis.”

Karena itu, jika Jokowi ingin dua periode maka suara PPP harusnya dirawat, setidaknya untuk mengimbangi kabar negatif yang menyerang Jokowi seperti isu-isu keagamaan, karena selama ini Jokowi kurang disukai oleh pemilih islam. “Ada isu anti islam, isu PKI yang merugikan Jokowi. Nah, adanya PPP mengimbangi isu negatif seperti itu sehingga umat islam yakin ke Jokowi.”

BACA JUGA :  Kata Waketum Gerindra, Pernyataan Sekjen PPP Nggak Benar

Sebelumnya, desakan agar Djan Faridz mencabut dukungan pencalonan Jokowi disampaikan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III DPP PPP di Gedung Priamanaya, Jalan Talang, Jakarta Pusat, kemarin.

Ketua DPP PPP kubu Djan Faridz, Jafar Alkatiri menjelaskan mengapa kader dan pengurus PPP dari seluruh Indonesia mendesak agar dukungan yang sudah diberikan kepada Jokowi sebagai calon presiden dicabut karena umat islam kecewa.

Selama tiga tahun memimpin, ujar dia, pemerintahan Jokowi cenderung mengabaikan aspirasi rakyat kecil dan umat islam. Yang lebih monohok lagi, Jokowi selama ini tidak adil.

“Mencermati kondisi bangsa beberapa tahun terakhir, serta memperhatikan aspirasi sebagian besar umat Islam Indonesia, dan menganalisis peran pemerintah dalam pembangunan ekonomi, politik, hukum, sosial, budaya dan keagamaan yang tidak mencerminkan keadilan,” kata Jafar. I red l

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini