telusur.co.id | Jakarta | Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR RI, Fadli Zon menilai buku pelajaran terbitan Yudistira bukti kurangnya pengawasan Kemendikbud, hal itu karena telah lolosnya tulisan Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

“Saya pikir itu jelas kurang pengawasan,” ucapnya di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/12).

Untuk itu, Fadli Zon meminta agar buku tersebut segera ditarik dari peredaran agar tidak menjadi polemik yang semakin besar.

“Itu perlu dikoreksi bahkan ditarik. Ini kan termasuk sensitif. Salah ibukota di negara lain ajah masalah apalagi Yerusalem,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Jadi Plt Ketua DPR, Fadli Zon: Engga Ada Bedanya

Sebelumnya, dalam buku Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) keluaran Penerbit Yudhistira, dituliskan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota dari Israel. Unggahan yang tersebar di Facebook dan WhatsApp itu menjadi ramai diperbincangkan apalagi menyusul keputusan kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Foto itu diunggah oleh pengguna Facebook, salah satunya pemilik akun bernama Angel Setiawati.| Eka Mutia |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini