telusur.co.id | Probolinggo | Gudang penyimpanan garam krosok milik petani di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terkena rob sehingga petani memindahkan garam tersebut ke tempat yang aman dan lebih tinggi.

“Sebenarnya gudang penyimpanan garam itu dibangun di tempat yang tinggi, namun air laut pasang yang datang juga cukup tinggi, sehingga banyak karung garam krosok di bagian bawah terendam air,” kata salah seorang petani garam, Selasa (5/12) di Kabupaten Probolinggo.

Terjadinya rob akibat fenomena supermoon sejak 3-5 Desember 2017 menyebabkan tanggul di wilayah pertambakan garam di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan jebol, sehingga banjir masuk ke dalam gudang penyimpanan garam dan membanjiri tambak ikan yang dikelola oleh petani garam.

“Kami memiliki dua gudang berisi garam krosok dengan masing-masing kapasitasnya 15 ton dan 30 ton, namun saat rob terjadi pada Senin (4/12) malam sekitar pukul 22.00 WIB-23.00 WIB, air laut sempat masuk ke dalam gudang,” tuturnya.

BACA JUGA :  Bintang Puspayoga Kunjungi UKM Garam Gunung di Krayan

Ia mengatakan garam disimpan di dalam gudang yang lebih tinggi, agar tidak terkena air karena garam mudah larut dalam air, sehingga saat diterjang rob menyebabkan petani mengalami kerugian atas kejadian tersebut.

“Bahkan, penyusutan garam di dalam gudang bisa mencapai 30-50 persen, apabila terkena air. Harga garam krosok di tingkat petani masih cukup bagus yakni Rp2.500 per kilogram, sehingga petani dipastikan mengalami kerugian,” katanya.

Kepala Dinas Perikananan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan pihaknya sudah jauh-jauh hari menyosialisaskan kepada petani garam agar berhati-hati dengan fenomena supermoon atau bulan purnama sempurna tersebut.

BACA JUGA :  Harga Murah, Petani Garam Sampaikan Uneg-uneg Ke Zul

“Kami sudah sering bertemu dengan petani garam dan menyampaikan hal itu. Kami sampaikan agar petani garam waspada pada 3-5 Desember 2017 karena ketinggian air yang biasanya 130 cm bisa meningkat menjadi 140-150 cm,” tuturnya.

Menurutnya kejadian rob yang menggenangi kawasan pertambakan di Probolinggo merupakan bencana alam, sehingga petani harus selalu siap mengantisipasi bencana susulan dengan upaya penyelamatan garam untuk dipindah ke gudang yang tempatnya lebih tinggi.

“Petani harus mengosongkan garam di gudang yang terendam banjir rob karena ini bukan hanya berbicara soal harta petani, tetapi juga menjamin ketersediaan garam di Kabupaten Probolinggo pada awal tahun 2018,” katanya. | priyono/ant |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini