telusur.co.id | Jakarta | DPR RI sedang membahas surat pengunduran diri Setya Novanto sebagai ketua DPR RI serta penunjukan Aziz Syamsuddin sebagai pengganti Setnov.

Sepertinya pembahasan pergantian Setya itu menemukan rintangan. Pasalnya, sejumlah anggota Fraksi Golkar menggalang tanda tangan untuk menolak Aziz Syamsuddin sebagai ketua DPR RI.

Sekretaris Dewan Pembina Golkar Fadel Muhammad mengatakan, penggalangan tanda tangan menolak Aziz sebagai ketua DPR RI karena mereka menilai, penunjukkan yang dilakukan Setya Novanto disebut sewenang-wenang.

“Iya sedang (penandatanganan tidak setuju). Pada prinsipnya kami kader-kader Golkar yang ada di Fraksi Partai Golkar di DPR tidak setuju dengan kesewenang-wenangan dari pada beberapa orang atau kelompok untuk mengadakan penggantian pimpinan DPR dalam waktu yang singkat,” ucap Fadel di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/12).

BACA JUGA :  DPR Promosikan Industri Kreatif ke Dunia Internasional

Fadel menuturkan, proses penunjukkan ketua DPR seperti yang dilakukan oleh Novanto mestinya melalui pembahasan di internal Golkar terlebih dahulu.

“Bagusnya kan kita bicarakan secara terbuka di DPP, bicarakan terbuka di dewan pembina, ini kan Golkar organisasi, ada prosesnya, prosedurnya, jangan serta merta begitulah,” tutur Fadel.

Fadel pun menyebut, aksi penolakan itu telah didukung oleh setengah dari seluruh anggota fraksi.

“Sudah lebih dari pada setengah. Kami kan 91 orang, ada yang berhalangan 6 orang, 60-an (orang) saya kira sudah (menandatangani),” ujarnya.

Bukan hanya aksi tanda tangan, Fraksi Golkar juga telah membuat semacam surat tandingan. Surat tersebut berisi penolakan penggantian Ketua DPR di masa persidangan hari ini.| Eka Mutia |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini