telusur.co.id | Jakarta |  Rencana pemerintah Amerika Serikat menjadikan Yerusalem (Al-Quds)  sebagai ibukota Israel ditegaskan Ketua Fraksi PPP MPR, Arwani Thomafi jelas-jelas telah memukul mundur ikhtiar damai yang dirintis oleh berbagai pihak, dalam mewujudkan kemerdekaan di Palestina.

“Rencana tersebut harus ditolak keras karena nyata-nyata bertentangan dengan resolusi legalitas Yerusalem yang merupakan bagian dari Palestina,” tegas Arwani melalui siaran pers tertulisnya yang diterima redaksi telusur, Kamis (7/12) di Jakarta.

Penetapan Yerusalem sebagai ibukota Israel, menurutnya sama saja melegalkan penjajahan Israel terhadap Palestina. Ini harus ditolak karena sikap politik RI yang tertuang dalam konstitusi yang secara tegas menentang setiap bentuk penjajahan di muka bumi ini.

“Sikap RI dalam persoalan Palestina cukup jelas,  lugas dan tegas, yakni mendukung kemerdekaan Palestina,” ujar politisi partai berlambang Ka’bah ini.

BACA JUGA :  Ummat Islam Sumut Kutuk Kebiadaban Israel, Ustad Heriansyah : Al-Aqsha Selalu di Hati Kami..!

Sikap ini tegas Arwani juga tertuang dalam politik luar negeri Indonesia, maupun dalam kapasitas sebagai anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang telah menghasilkan “Resolusi Jakarta”  dalam KTT Luar Biasa di Jakarta pada tahun 2016 sebagai bentuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Pidato Presiden AS Donald Trump sendiri, menurut Arwani hanyalah menunjukkan sikap politik populis untuk kepentingan domestik Amerika Serikat.

“Pidato tersebut sama sekali mengabaikan prinsip-prinsip kesetaraan,  kemanusiaan dan
perdamaian.  Pidato Trump juga membuat stigmatisasi negatif atas perjuangan
kemerdekaan Palestina sebagai sikap ekstremis,” ujarnya seraya menyebutkan bahwa perjuangan Palestina adalah perjuangan kemanusiaan dan penegakan HAM.

BACA JUGA :  Nih Negara Yang Mendukung Trump

Politik luar negeri AS dinilai Fraksi PPP MPR justru mengabaikan upaya damai yang dirintis di Palestina, serta stabilitas di kawasan Timur Tengah.

“Kami mendukung sepenuhnya dan mendorong lebih kuat lagi upaya pemerintah Indonesia melalui Menlu, atas ikhtiar penyampaian sikap politik Indonesia. Khususnya dalam merespons rencana penetapan Yerusalem sebagai ibukota Israel,” tegas Arwani.

Fraksi PPP MPR juga mengapresiasi peran Indonesia dalam OKI melalui Wakil
Tetap RI untuk OKI yang telah menggelar pertemuan luar biasa di Jedah,
Selasa (4/12/2017) lalu.

“Khusus merespons rencana AS tersebut, sikap pemerintah ini harus didukung seluruh stakeholder, untuk menunjukkan sikap kolektif bangsa Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina,” pungkasnya. | priyono/ant |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini