telusur.co.id l Jakarta l Ketua DPP Partai NasDem Bidang Pertanian dan Kemaritiman Emmy Hafild mengatakan pelarangan cantrang yang dilakukan Menteri Pertanian dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menambah jumlah pengangguran di Indonesia.

Berdasarkan hasil riset Partai Nasdem yang dilakukan di wilayah Jawa Tengah, Jabar dan Jatim, ada 1,8 juta orang yang terancam kehilangan pendapatan karena kebijakan Menteri Susi.

“Penganggurannya itu besar. Dari 11 alat tangkap saja, itu 200 ribu unit (kapal). Total unit kita kalau enggak salah sekitar 600 ribuan. Kalau satu unit itu tiga ABK, bahkan ada yang 30 ABK kalau yang besar, dikalikan saja tiga, ada 600 ribu. Itu nanggung berapa orang. Satu orang punya keluarga berapa, hitung saja tiga. Sudah 1,8 juta orang kehilangan penghasilan,” kata Emmy di Kantor DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa 12 Desember 2017.

BACA JUGA :  Doyan Impor Dan Buat Sakit Hati Rakyat, Menteri Nasdem Dikritik Golkar

Jika angka pengangguran bertambah maka akan berpengaruh terhadap pemerintahan Jokowi. Kalaupun 1,8 juta dialihkan ke sektor lain pasti tidak bisa karena para nelayan itu tidak bisa bekerja di tempat lain. Kemudian kapal pengganti yang disediakan pemerintah tidak maksimal.

Karena itu, perempuan berkacamata itu menegaskan pemerintah tidak bisa serta-merta mengganti alat tangkap nelayan. Pasalnya nelayan itu keahlian dan pengetahuannya menggunakan alat tangkap berdasarkan pengalaman.

“Bertahun-tahun. Bukan dari sekolah. Jadi kalau sudah 20 tahun jadi nahkoda kapal cantrang, apa bisa dia bawa kapal gill net. Tidak bisa. Apa bisa dia bawa kapal purse seine. Tidak bisa. Karena jenis ikan yang ditangkap itu beda. Dia tahu di mana cari lokasi ikan yang ingin ditangkap,” beber dia. I Iskandar l

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini