Telusur.co.id| Setiap tanggal 3 Desember, komunitas penyandang disabilitas beserta pemerintah selalu memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI). Siswadi, selaku Ketua Dewan Pertimbangan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) pada sambutannya menyapaikan bahwa bersyukur, saat  ada peningkatan terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas Indonesia.

Dalam UU No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, terdapat 22 hak penyandang disabilitas dan tambahan khusus 4 hak bagi penyandang disabilitas wanita dan 7 hak khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus.

Tema HDI Tahun ini adalah : Tema Internasional : HDI 2017 *_Transformation towards sustainable and resilient society for all._* Untuk Tema Nasional adalah : *Menuju Masyarakat Inklusi, Tangguh dan Berkesinambungan.* Makna dari tema dimaksud adalah adalah : Menuju Masyarakat Inklusi dimaknai sebagai masyarakat yang ramah disabilitas ditandai dengan sikap yang saling menghargai dan menyediakan aksesibilitas fisik maupun aksesibilitas non fisik.

Tangguh dimaknai secara *internal penyandang disabilitas* sebagai peringatan bahwa sesungguhnya Penyandang Disabilitas itu adalah pribadi yang tangguh. Tuhan tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Disinilah modal sosial ketangguhan sudah ada dan perlu di download agar ketangguhan itu bisa muncul ke permukaan sebagai modal sosial dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Pada sisi eksternal sebagai stakeholder penyandang disabilitas diharapkan dapat mendorong kondisi untuk mewujudkan ketangguhan itu sebagaimana amanat pada UU No 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas.

BACA JUGA :  Begini Nasib Politik dan Ekonomi Ummat Islam versi Catatan Akhir Tahun Parmusi

Berkesinambungan dimaknai sebagai usaha yang terus menerus secara konsisten dan sekaligus merangkai pada program dunia pasca MDGs yakni tentang SDGs (Sustainabilty Development Goals) Penyelenggaraan Acara Puncak ini dilaksanakan di Yogyakarta tepatnya di pelataran Candi Prambanan tgl. 2 dan 3 Desember dan diadakan pula pameran produk-produk dari Komunitas Disabilitas.

Berharap kepada Pemerintah dan Kelompok Kerja (Pokja RPP UU Disabilitas) beserta stakeholders penyandang disabilitas untuk bersama sama menyelesaikan pengesahan 7 Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dalam waktu yang tidak lama mengingat Peraturan Pemerintah dimaksud merupakan pedoman dan petunjuk operasional agar pasal pasal strategis dalam UU No 8 Tahun 2016 dapat dilaksanakan dilapangan. Dari 7 Rancangan Peraturan Pemerintah tersebut, salah satu usulan RPP adalah tentang Konsesi yakni pemberian potongan harga atau tarif bagi penyandang disabilitas antara lain atas tarif biaya transportasi umum darat laut dan udara. dan tarif tarif lainnya.

BACA JUGA :  Kemenko PMK Percepat RPP Penyandang Disabilitas

Acara Puncak ini dihadiri dan menyampaikan sambutan yang sangat strategis adalah Menteri Sosial RI, Ibu Hj Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur DI Yogyakarta, Sri Paduka Pakualam X.

Pada sambutannya, Siswadi juga mengajak kepada penyandang disabilitas untuk senantiasa mengikuti perubahan perubahan sosial yang saat ini sedang berkembang yakni teknologi pada era-digital dan media sosial. Kita harus merespon positif atas fenomena dimaksud dan untuk dimanfaatkan secara positif sehingga menghasilkan hal yang positif.  Ditengah arus perubahan itu, kita wajib mempertahankan dan mengembangkan karakter berbasis budaya bangsa.

| Aries Maryani |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini