telusur.co.id | Jakarta | Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menempati urutan teratas dalan hasil survei yang dilakukan Organisasi Kesejahteraan rakyat (Orkestra).

Ketua Umum Orkestra Poempoda Hidayatulloh mengakatan, peningkatan elektabilitas partai berlambang kepala burung garuda itu tak terlepas dari penolakannya terhadap Undang-Undang Ormas.

“Ini tidak lepas dari peran Gerindra yang menempatkan diri sebagai partai kritis terutama isu UU Ormas yang mampu menggerus partai PDIP,” kata Ketua Umum Orkestra, Poempida Hidayatulloh di Jakarta, Minggu (3/12).

Elektabilitas Partai Gerindra menempati posisi teratas sebesar 15,2 persen, sedangkan PDI-P yang merupakan partai pengusung Jokowi sebagai rival Prabowo di Pilpres 2014, hanya menempati posisi ke dua dengan elektabilitas 12,5 persen.

BACA JUGA :  Dugaan Pelecehan Seksual, Poempida Apresiasi Langkah Syafri Mundur Dari Dewas BPJS TK

Menurut mamtan anggota komisi IX DPR yang berasal dari Partai Golkar, penurunan elektabilitas PDIP disebabkan kekecewaan publik terhadap partai penguasa.

“Telah terjadi perubahan peta kecenderungan pemilih dibanding 2014 lalu,” ucapnya.

Adapun tingkat elektabilitas yang menyusul Gerindra dan PDIP. Lanjut Poempida, adalah partai Demokrat dengan elektabilitas 7,4 persen, Golkar 7,3 persen, PKS 5,8 persen, PKB 5,4 persen, PPP 3,4 persen.

Lalu untuk PAN 3,3 Persen, Nasdem 3,3 persen, Perindo 2.9 persen, Hanura 2,4 persen, PSI 2,0 persen, PKPI 1,8 persen, PBB 1,6 persen, sisanya menjawab tidak tahu sebanyak 25,6 persen. | Farouk Iskandar |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini