telusur.co.id | Jakarta | Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Angraini mengatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) harusnya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kampanye Sara.

“KPU bisa melawan kampanye jahat dan penyimpangan politik SARA. Salah satu obat yang mestinya jadi penawar dalam melawan kampanye jahat dan hoax adalah dengan menciptakan masyarakat yang melek digital,” ungkap Titi di sela-sela diskusi dicatatan akhir tahun 2017, tahun politik yang menentukan Prosedural belum substansial di Jakarta, kemarin.

Karenanya, lanjut dia, pendidikan bagi warga untuk menjadi pengguna digital yang bijaksana mesti menjadi agenda prioritas berkesinambungan dan juga terkonsolidasi antar semua pemangku kepentingan terkait pemilu, meliputi KPU, Bawaslu, Kominfo, Kemendiknas, Kemendikti, Kemenpora, KPPPA, Kemendagri, pemerintah daerah, dan tentu masyarakat sipil.

BACA JUGA :  Usai Perayaan Tahun Baru 2018, Sejumlah Ruas Jalan Ibukota Masih Sepi

KPU, saran Titi, mestinya bisa mengambil inisiatif untuk mengkonsolidasikan seluruh aktor negara yang memiliki otoritas dan sumber daya untuk bekerja sama melawan penyimpangan politik SARA, kampanye hoax, berita dusta, maupun fitnah dalam pilkada dan pemilu.

“Tentu dengan transparansi, akuntabilitas, dan tindakan yang mengedepankan nilai-nilai demokrasi, kepastian hukum, dan penghormatan pada HAM,” katanya. | red |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini