telusur.co.id | Jakarta | Memasuki awal tahun, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai Presiden Jokowi telah menunjukan sikap kenegarawanan dan kebinekaan dengan merangkul semua elemen masyarakat.

Di penghujung tahun 2017 saja, Menko Luhut yang mendampingi Presiden Joko Widodo dalam perayaan Natal Nasional Oikumene 2017 di Rumah Adat Radakng Dayak Pontianak pada Kamis (28/12). Terhitung sejak dilantik menjadi Presiden, Jokowi telah menghadiri perayaan Natal di 4 lokasi berbeda.

Yang pertama adalah di Papua pada 2014, kemudian di Nusa Tenggara Timur pada 2015, dilanjutkan di Sulawesi Utara pada 2016, dan terakhir di Kalimantan Barat tahun ini. “Menunjukkan ke-Indonesia-an itu,” terang Menko Luhut mengenai kehadiran Presiden Jokowi di berbagai tempat perayaan Natal di Indonesia.

BACA JUGA :  Ruhut Sitompul: Luhut Itu Orang yang Dibesarkan Gus Dur

Terkait tema Natal tahun ini, yaitu ‘Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu!’ Menko Luhut menekankan pada pentingnya peran umat Kristiani sebagai agen pembawa damai.

Luhut pun mengajak kepada semua pihak untuk mengekspresikan damai sejahtera ini dalam bentuk tindakan masing-masing. “Dalam bentuk pekerjaan kita masing-masing kepada siapapun baik itu laki-laki atau perempuan, suku apapun, agama apapun,” ungkapnya.

Pesan Menko Luhut yang sebetulnya juga berlaku bagi seluruh Warga Negara Indonesia yang akan memasuki tahun 2018 yang kerap dijuluki sebagai tahun politik. “Kita mau bertarung dalam proses demokrasi saya kira sah-sah saja, tapi jangan kita membuat isu-isu yang membuat kita pecah, yang menimbulkan kita menjadi ada kelompok sini kelompok sana,” sambungnya.

BACA JUGA :  Acara AM IMF-WB 2018 Sukses, Menko Luhut: Indonesia Naikkan Standar Baru Dunia

Terkait kontestasi pemilihan kepala daerah dalam pilkada yang akan dilaksanakan di 171 daerah provinsi, kabupaten, dan kota tahun depan. Luhut berharap semua pihak mengedepankan perdamaian dan kesatuan tanpa ada gesekan.

“Marilah kita bicara pada konsep, kinerja, dan mimpi apa yang saya ingin lakukan untuk membawa Indonesia lebih bagus lagi ke depan,” saran Menko Luhut mengenai konten kampanye yang ideal, yang tidak perlu diarahkan pada perpecahan Bangsa.

“Karena ‘satu’ itu yang membuat Indonesia kuat,” jelas Menko Luhut mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan demi kemajuan Indonesia. | red |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini