telusur.co.id | Jakarta | Marsekal Hadi Tjahjanto telah sah menjadi panglima TNI menggantikan Gatot Nurmantyo yang akan baru pensiun pada Maret 2018.
Pergantian sang jendral itu pun terasa dipercepat oleh Presiden Jokowi.

Menanggapi hal itu, Jendral (purnawirawan) Gatot Nurmantyo menjelaskan, percepatan serah terima jabatan (Sertijab) Panglima TNI untuk menghindari kegamangan sekaligus mengantisipasi ancaman yang bisa datang sewaktu-waktu.

“Ingat, ancaman, tantangan tidak memberi tahu kalau dia datang. Dalam kondisi ada dualisme ini sangat berbahaya. Oleh karenanya, saya menyerahkan secepatnya tongkat komando kepemimpinan TNI,” kata Gatot Nurmantyo di Jakarta, Minggu (10/12).

BACA JUGA :  Wow..Ketum PAN Sebut Mantan Panglima TNI Layak Maju di Pilkada Jateng

Untuk itu ia menegaskan, percepatan serah terima jabatan panglima yang telah dilakukannya tidak ada bersifat politik.

“Tidak ada nuansa politik atau apa-apa. Ini dilakukan agar semua berjalan dengan benar dan sesuai,” tegasnya.

Tidak itu saja, ia juga mengaku lega. Karena telah menjalankan amanah sebagai komandang pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Merdeka, semua beban sudah lepas semuanya, mungkin rekan-rekan tidak merasakan bagaimana kita diberi amanah memimpin 400.000 prajurit yang tersebar dimana-mana.

Tidak mudah memegang amanah memimpin pasukan yang sangat banyak. Bersyukur sudah terselesaikan semuanya. Sudah saya serahkan kepada Pak Hadi.

BACA JUGA :  Wow..Ketum PAN Sebut Mantan Panglima TNI Layak Maju di Pilkada Jateng

Jendral bintang empat itu juga yakin, Panglima TNI yang baru dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.
“Pengalaman 36 tahun saya mengamati, Pak Hadi pasti mampu menjalaninya,” tutur Gatot | Eka Mutia |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini