Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari. FOTO: telusur.co.id

telusur.co.id | Jakarta | Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari menyambut baik keputusan sidang darurat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menentang langkah Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

“Ya baguslah,” kata Kharis kepada telusur.co.id, Jakarta, Jumat (22/12/17).

Menurut Kharis, dari keputusan sidang itu, bisa dilihat bahwa 128 negara yang menentang Amerika Serikat menginginkan adanya perdamaian dan kemerdekaan di Palestina.

“Artinya negara-negara di dunia mendukung perdamaian di Palestina dan menginginkan Palestina merdeka,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada Kamis, (21/12), Majelis Umum PBB melakukan Pemungutan suara (voting) dan mendapati 128 negara menentang langkah Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

Seperti dirilis situs PBB, hanya sembilan negara mendukung langkah Amerika, sementara 35 negara lain abstain. Kantor berita AFP menyebutkan, di barisan yang sama dengan Amerika Serikat dan Israel adalah Guatemala, Honduras, Togo, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Kepulauan Marshall.

BACA JUGA :  Tidak Dukung Netanyahu, Natalie Portman Tak Hadiri Acara Penghargaan

Adapun negara-negara yang menyatakan abstain antara lain Filipina, Rumania, Rwanda, Australia, Kanada, Republik Ceko, Kroasia, dan Meksiko. Ukraina yang sebelumnya di Dewan Keamanan PBB mendukung rancangan resolusi yang menolak langkah Amerika soal Yerusalem pada voting Kamis justru masuk dalam deretan negara yang abstain.

Mayoritas negara anggota PBB dalam sidang darurat Majelis Umum ini menuntut semua negara mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai status Yerusalem. Resolusi sebagai hasil pemungutan suara ini pun menyatakan “penyesalan mendalam” atas keputusan baru-baru ini mengenai status Yerusalem.
Resolusi tersebut menegaskan kembali bahwa status final Yerusalem hanya dapat diselesaikan melalui pembicaraan langsung antara Palestina dan Israel sebagaimana disepakati dalam sejumlah resolusi PBB sebelumnya.

BACA JUGA :  Israel: 10.000 Orang Palestina ikut Protes Massal di Gaza

Pemungutan suara di Majelis Umum PBB ini digelar setelah Amerika Serikat pada Senin, (18/12/2017), menggunakan hak veto untuk menolak rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang meminta negara itu membatalkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Hanya Amerika Serikat yang menentang rancangan resolusi di sidang Dewan Keamanan PBB itu dari 15 anggota.
Adapun pengakuan Yerusalem sebagai Ibukota Israel dinyatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (6/12/2017) dan langsung mendapat penolakan dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.| red |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini