telusur.co.id | Jakarta | Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Al Masyhari meminta Indonesia untuk tidak takut dengan ancaman Presiden Donald Trump, yang akan memberhentikan bantuan dana apabila tidak mendukung Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

Menurut Kharis, ancaman yang dilontarkan Trump kepada negara-negara yang menolak Yerusalem sebagai Ibukota Israel merupakan hanya gertakan sambal.

“Itu cuma gertakan Trump,” ucapnya saat dihubungi, Jakarta, Jumat (22/12/17).

Menurut Kharis, dirinya yakin, Amerika akan lumpuh apabila tidak ada dukungan dari 128 negara.

“Emang dia (Amerika) bisa hidup tanpa 128 negara. Amerika tidak pernah membantu Indonesia, yang ada cuma hutang. Kita gak butuh hutang kok. Silahkan saja kalau mau menyetop. Pulangkan Duta besar kita di Amerika. Kita bisa mengembangkan produk kita sendiri,” tegasnya.

Seperti banyak di beritakan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam negara-negara yang akan memberikan voting menolak pernyataan AS terkait Yerusalem. Ancaman itu berupa pengurangan dana kepada negara-negara yang selalu dibantunya.

Tak hanya itu, Trump juga mengatakan bahwa dirinya akan memantau hasil voting yang dilakukan dalam Majelis Umum PBB dan membuat daftar negara mana saja yang menentang pernyataannya.

Selain itu, Untuk memantau hasil voting, Trump mengutus Nikki Haley yang juga Dubes AS untuk PBB. Nantinya dia akan melaporkan kepada Trump hasilnya.

Dari hasil, Pemungutan suara (voting) di sidang darurat Majelis Umum PBB, Kamis (21/12/2017), mendapati 128 negara menentang langkah Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Sedangkan sembilan negara mendukung langkah Amerika, dan 35 negara lain abstain.| red |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini