Capres Nomor urut 2, Prabowo Subianto/Net

telusur.co.id | Jakarta | Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI), Arifin Nur Cahyono menegaskan, lembaganya telah melakukan survei Calon Presiden 2019.

Dari hasil yang didapat menurut Arifin, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengalahkan calon Presiden Petahana Joko Widodo (Jokowi).

“Dia dipilih 50,7 persen sekaligus mengalahkan petahana, Jokowi yang hanya 26,4 persen, Gatot Nurmantyo 10,7 persen, dan sisanya tidak menjawab 12,2 persen,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Jakarta, Selasa (26/12).

Tak hanya itu lanjut Arifin, saat lembaganya memberikan pertanyaan yang sama dilakukan dengan menggunakan kuisioner, elektabilitas Prabowo malah tambah naik dengan 53,6 persen, Joko Widodo 19,4 persen, Gatot Nurmantyo 4,6 persen, Sri Mulyani 3,1 persen, Anies Baswedan 2,1 persen, Puan Maharani 2,8 persen, Tri Rismaharini 5,7 persen, Muhaimin Iskandar 2,1 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 0,8 persen dan tidak memilih sebanyak 5,8 persen.

“Bagi Joko Widodo yang elektabilitas melorot hingga 19,4 persen atau hanya tinggal 36,5 persen dari hasil Pilpres 2014 sebanyak 53.15 persen, sementara Prabowo Subianto memiliki tingkat elektabilitas di atas 50 persen plus 1,” ucapnya.

BACA JUGA :  Jika Pemilihan Presiden Dilakukan Hari Ini, Prabowo Menang Telak

Namun demikian, ia menuturkan bahwa survei yang dilakukan lembaganya sebagai permulaan. Karena, Pemerintah Jokowi masih menyisakan satu tahun kedepan. Sehingga hasil tersebut bisa saja berubah.

“Ini baru potret survei jelang Pemilu 2019 yang dikaitkan dengan kinerja Joko Widodo selama memerintah dan masih ada waktu satu tahun bagi Joko Widodo untuk bisa mengangkat elektabilitasnya jika berhasil meningkatkan kesejahteraan wong cilik,” ucapnya.

Selain Capres tambah Arifin, pihaknya juga melakukan survei elektabilitas Partai politik peserta pemilu. Dari hasil yang di dapat Partai Gerindra unggul dengan 20,7 persen, disusul Golkar 13,7 persen, PDI Perjuangan 13,4 persen, PKB 7,6 persen, Partai Demokrat 6,1 persen, PAN 5,8 persen, PPP 5,2 persen, PKS 4,5 persen. Berikutnya Perindo 4,3 persen, Nasdem 3,6 persen, Hanura 1,3 persen, dan tidak memilih sebanyak 13,8 persen.

BACA JUGA :  Jika Pemilihan Presiden Dilakukan Hari Ini, Prabowo Menang Telak

Meningkatnya pilihan masyarakat terhadap Partai Gerindra dalam survei ini, dikatakan Arifin, tak lepas dari figur Prabowo Subianto selaku nahkoda. Prabowo dianggap konsisten dengan sikap politiknya selama periode pemerintahan Joko Widodo-JK.

“Sekalipun menjadi oposisi juga bukan oposisi yang serta-merta tidak mendukung program-program pemerintah selama ini,” bebernya.

Sementara, lanjut Arifin, menurunnya elektabilitas PDI Perjuangan lebih dikarenakan kegagalan pemerintahan Joko Widodo dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi  wong cilik. Pasalnya, dahulu PDI Perjuangan saat menjadi oposisi sangat gigih menolak kebijakan kenaikan harga BBM, gas serta tarif dasar listrik. Bahkan kepala daerah dari PDIP sampai turun untuk menolak kenaikan harga BBM.

“Tetapi saat Joko Widodo berkuasa justru PDI Perjuangan menjadi partai pedukung kenaikan harga BBM. Turunnya elektabilitas partai-partai pendukung Joko Widodo selain Golkar tak lepas juga dari kesulitan ekonomi yang banyak dialami oleh para pemilih partai pendukung Joko Widodo dipemerintahannya,” imbuhnya.|red |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini