telusur.co.id | Aceh | Lembaga Adat Laut Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, meminta para nelayan untuk tidak melaut di dekat anjungan produksi minyak dan gas North Sumatra Offshore (migas NSO)-A di lepas pantai Jambo Aye, karena sangat berbahaya.

Sekretaris Panglima Laot Aceh Utara, Asnawai Idris menyatakan, telah mengumumkan ke nelayan bahwa mencari ikan di dekat lokasi produksi migas itu sangat berbahaya, karena bisa menimbulkan korban jiwa jika sewaktu-waktu terjadi kebocoran pipa.

“Kami para perwakilan nelayan, termasuk Panglima Laot dari 8 kecamatan yang ada di Aceh Utara tadi pagi disosialisasi oleh PHE NSB di sebuah gedung di Lhokseumawe terkait dampak bahaya mencari ikan di semenanjung migas,” ujarnya kepada wartawan, Aceh, Jum’at (29/12).

Anjungan produksi migas lepas pantai North Sumatra Offshore milik Pertamina Hulu Energi North Sumatra Block (PHE NSB) dan PHE NSO tersebut berada di sekitar 10 mil atas perairan Jambo Aye, Aceh Utara.

BACA JUGA :  Mau Melaut Nelayan Harus Gunakan Aplikasi

Dalam sosialisasi itu, menurut dia, salah satu yang dijelaskan PHE adalah ketika sewaktu-waktu terjadi kebocoran pipa, maka akan mengeluarkan zat kimia yang sangat berbahaya dan mematikan jika terhirup oleh manusia.

“Kalau ada ipa gas yang bocor, gas kimianya bisa membuat sesak dan menimbulkan kemarian,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia meminta agar para nelayan Aceh Utara untuk tidak mendekati lokasi produksi migas tersebut. Jarak aman bagi nelayan adalah tiga (3) kilometer dari anjungan.

Sementara itu, Manajer Hubungan Masyarakat PHE NSB Armia Ramli, membenarkan bahwa pihaknya telah menggelar sosialiasi kepada para perwakilan nelayan mengenai faktor keamanan saat melaut di kawasan jalur anjungan migas lepas pantai.

BACA JUGA :  DPR Minta Rini Soemarno Sabar Soal Holding Migas

“Tujuannya, memberikan pemahaman mengenai prosedur standar operasional keamanan,” ucapnya.

Dijelaskannya, selama ini para nelayan kerap melakukan aktivitas penangkapan ikan di dekat anjungan produksi migas yang sangat berbahaya, misalnya saja jika sewaktu-waktu terjadi kobocoran pipa.

“Jarak yang harus dihindari oleh nelayan dari anjungan produksi migas ini adalah tiga kilometer. Jika terjadi kebocoran pipa, maka pada jarak tersebut dipastikan nelayan akan aman,”pungkasnya.

Seperti diketahui, di lokasi produksi migas selama ini, sebagai wilayah yang banyak terdapat ikan bersarang dan bersembunyi, sehingga mereka dapat dengan mudah menemukan kelompok ikan dari beragam jenis.| ant |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini