telusur.co.id | Jakarta | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menegaskan, tidak ada kenaikan harga terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium di awal tahun 2018.

“Nggak ada kenaikan karena penetapan tarif itu tiap 3 bulan,” ucapnya di Jakarta, Rabu, (27/12).

Menurutnya pemerintah akan terus menahan harga Premium agar tak berdampak perekonomian.

“Kita akan berusaha menahan harga bensin,” terangnya.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) akan tetap menjaga arus kas (cash flow) agar keuangan perusahaan tidak terganggu.

“Yang kita jaga cash flow, agar tidak ada gangguan,” terang Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Elia Massa Manik.

BACA JUGA :  Pemerintah Minta PLN Tak Naikan Tarif Listrik

Saat ini dikatakan Massa, harga acuan minyak dunia sudah berada di level US$59,34 pada November 2017.

“Sampai November harga crude rata-rata US$50 per barel kemarin US$38 per barel. Tahun ini, secara finansial Pertamina masih laba US$1,99 miliar. Nanti kita lihat perkembangan 2-3 bulan ke depan,” tambahnya.

Untuk itu, dirinya menegaskan kembali, PT pertamina belum akan menaikan harga BBM Perium. | red |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini