Mushtar Efendi Harahap/telusur.co.id

telusur.co.id | Jakarta | Pengamat politik NSEAS, Muchtar Effendy Harahap menilai, Salah satu parameter mengetahui apakah Presiden Jokowi berhasil terhadap kinerjanya, dengan melihat, pertumbuhan ekonomi.

Pasalnya, Parameter pertumbuhan ekonomi dapat dijadikan kriteria kondisi kinerja Jokowi dalam urusan perekonomian Indonesia.

“Jika Jokowi mampu menciptakan tingkat pertumbuhan ekonomi sesuai dengan sasaran atau target yang diharapkan baik tertuang di dalam janji kampanye Pilpres maupun RPJMN 2015-2019, maka kondisi kinerja Jokowi tergolong baik dan berhasil. Tetapi, Jika tidak tergolong buruk, dan gagal,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Jakarta (18/12).

BACA JUGA :  Pengamat Nilai Tiga Tahun Pemerintah Jokowi Buruk

Saat ini dikatakan Muchtar, beberapa pengamat politik dan ekonomi banyak mengklaim, perekonomian Indonesia di bawah Presiden Jokowi melorot, daya beli merosot.

“Pada saat kampanye Pilpres 2014 lalu, jika Jokowi dipilih menjadi Presiden, ia berjanji akan menjadikan pertumbuhan 8 % per tahun,” jelasnya.

Dari parameter pertumbuhan ekonomi selama tiga tahun berkuasa, dikatakan Muchtar, sesungguhnya Presiden Jokowi telah gagal mencapai target yang diharapkan. Kondisi kinerja Presiden Jokowi urus perekonomian makro tergolong “buruk”.

“Berbeda dengan di era SBY sebelum Jokowi berkuasa, pertumbuhan ekonomi dapat tetap terjaga cukup tinggi. Selama kurun waktu 2010-2013 era SBY meski terjadi pelambatan ekonomi global, perekonomian Indonesia rata2 tumbuh sebesar 6,2 persen dalam periode empat tahun pertama pelaksanaan RPJMN 2010-2014,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kinerja Jokowi Urus Moneter

Untuk itu ia mempertanyakan, apakah Presiden Jokowi mampu untuk mendongkrak perekonomian dengan sisa 2 Tahun masa jabatan.

“Sementara itu, apakah Jokowi mampu mencapai sasaran dan target yang diharapkan itu? Jawaban pasti: TIDAK ,” pungkasnya.

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini