telusur.co.id | Jakarta | Kasus intoleransi yang terjadi di Indonesia membuat, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa terhenyu. Untuk itu, Calon Gubernur Jawa Timur ini meminta kepada semua pihak untuk mengedepankan rasa toleransi dan menjaga kedamaian.

Di hadapan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Khofifah mengharapkan agar pengurus PMII menjadi pelopor Islam Rahmatan lil alamin yaitu Islam yang penuh kasih dan damai.

Kata dia, di era globalisasi, PMII dengan ideologi Ahlus-Sunnah wal Jama’ah, (Aswaja) atau Sunni memiliki tugas besar dalam menjaga kedamaian baik intern maupun antar umat beragama.

BACA JUGA :  Gus Ipul Klaim Tak Takut Khofifah Nyagub Jatim

‚ÄúSebagai umat beragama kita tidak memiliki tugas menjaga kedamaian Indonesia, tetapi tugas besar kita adalah menjaga dan memayungi dunia dengan Islam rahmatan lil alamin, yaitu Islam dengan cinta kasih bagi seluruh alam,” ujar Khofifah melalui rilisnya. Senin.

Sikap cinta kasih, disebutkan dia, tercermin dari salah satu tokoh besar yakni Abdurahman Wahid atau Gus Dur. Gus Dur, sambungdia, tidak hanya sebagai agamawan tetapi juga negarawan dapat menjadi referensi dalam berbagai aspek kehidupan.

“Saya rasa Gus Dur telah memberikan referensi terbaik dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pikiran-pikiran besar Gus Dur harus terus kita gali dan kita implementasikan bersama”, kata Khofifah. | red |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini