telusur.co.id | Jakarta | Pengamat Militer Salim Said, mempertanyakan keputusan Panglima TNI, Marsekal Hadi yang menganulir keputusan mantan Panglima Gatot Nurmantyo terhadap mutasi 16 Perwira  sebelum pensiun.

“Buat saya ini aneh, panglima TNI baru dilantik, ditambah dia ini adalah orang AU kedua yang jadi panglima. Ini jelas menjadi tanda tanya besar,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jum’at (22/12).

Salim menduga, keputusan itu bukan dari inisiatif Panglima TNI, pasalnya ia telah mendapatkan gambaran bahwa Panglima TNI bukan tipe orang yang pemberani dalam mengambil keputusan.

“Saya yakin keputusan yang mendadak dan kontroversial bukan inisiatif dia, saya sudah banyak bicara dengan banyak perwira TNI AU yang kenal dan tau karir Panglima TNI Hadi,” ucapnya.

Bahkan, Guru Besar Universitas Pertahanan (Unhan) itu mengatakan keputusan mendadak oleh Panglima TNI adalah tidak lazim. Apa lagi, Hadi merupakan orang kedua yang berhasil jadi panglima TNI dari matra AU.

Bukan hanya itu saja dikatakan salim, dirinya juga telah melakukan komunikasi ke sejumlah perwira tinggi dan petinggi politik. Dan telah mendapatkan kesimpulan jika pembatalan merupakan petunjuk dari atasan Panglima TNI.

“Ini petunjuk dan perintah dari atasannya, dalam hal ini Presiden Joko Widodo. Pertanyannya kenapa presiden beri perintah pembatalan? Padahal kan Jenderal Gatot masih aktif. Kalau ada apa-apa kan mestinya dari awal peringatkan Gatot dong. Makanya saya yakin ini ada unsur politis,” tegasnya.| red |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini