telusur.co.id | Istanbul | Presiden Palestina Mahmoud Abbas, secara resmi menyatakan bahwa orang-orang Palestina tidak akan lagi menerima Amerika Serikat (AS) sebagai mediator dalam proses perdamaian Timur Tengah menyusul pengakuan Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Abbas menyebut langkah Amerika Sertikat tersebut sebagai “kejahatan” yang mengancam perdamaian dunia. Dia menuntut PBB mengambil alih proses perdamaian karena Washington tidak lagi “fit” untuk tugas tersebut.

Berbicara pada pertemuan Organisasi Kerjasama Islam di Istanbul yang diselenggarakan dengan terburu-buru, di mana para anggota diminta untuk mengakui sebuah negara Palestina di tengah kutukan yang kuat dari AS dan Israel.

BACA JUGA :  Militer Israel Tembak Pejuang Hamas

“Yerusalem dan akan selamanya menjadi ibu kota negara Palestina,” Abbas mengatakan kepada delegasi. “Kami tidak menerima peran Amerika Serikat dalam proses politik mulai sekarang. Karena itu benar-benar bias terhadap Israel,” tutupnya. | Asep Subekti |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini