telusur.co.id | Korut | Kementerian luar negeri Korea Utara geram dengan keputusan PBB yang memberikan sanksi terhadap Korea Utara. Sanksi yang berikan adalah tindakan perang dan sama saja dengan blokade ekonomi yang menyeluruh.

Dengan sanksi itu, Korut tidak tinggal diam. Korut justru mengancam untuk menghukum mereka yang mendukung tindakan tersebut.

Seperti dikutip reuters.com, Dewan Keamanan U.N dengan suara bulat memberlakukan sanksi baru terhadap Korea Utara pada hari Jumat untuk uji coba rudal balistik antar benua baru-baru ini. Sanksi yang berikan membatasi aksesnya terhadap produk minyak bumi dan minyak mentah dan pendapatannya dari pekerja di luar negeri.

Resolusi PBB berusaha untuk melarang hampir 90 persen ekspor minyak sulingan ke Korea Utara dengan membatasi mereka pada 500.000 barel per tahun dan dalam sebuah perubahan pada menit terakhir, menuntut pemulangan orang Korea Utara yang bekerja di luar negeri dalam waktu 24 bulan, bukan 12 bulan sebagai pertama diusulkan.

BACA JUGA :  Bertekad Jadikan PBB Kuat, Yusril Akui Masih Terkendala Masalah Dana

Resolusi yang disusun A.S. juga menaikkan pasokan minyak mentah ke Korea Utara sebesar 4 juta barel per tahun dan membuat Dewan tersebut melakukan pengurangan lebih lanjut jika akan melakukan uji coba nuklir lagi atau meluncurkan ICBM lainnya.

Dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh kantor berita KCNA, kementerian luar negeri Korea Utara mengatakan Amerika Serikat ketakutan dengan kekuatan nuklirnya dan semakin “Hiruk-pikuk dalam tindakan untuk memberlakukan sanksi dan tekanan terberat di negara kita. Resolusi baru itu sama saja dengan blokade ekonomi Korea Utara yang lengkap,” kata kementerian tersebut.

BACA JUGA :  Pemimpin Korut Siap Gelar Pertemuan dengan Presiden AS

“Kami mendefinisikan ‘resolusi sanksi’ yang dicurangi oleh AS dan para pengikutnya sebagai pelanggaran berat atas kedaulatan Republik kita, sebagai tindakan perang yang melanggar perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea dan wilayah tersebut dan secara kategoris menolak ‘resolusi’,” itu berkata.

“Tidak ada lagi kesalahan fatal daripada kesalahan perhitungan yang AS dan para pengikutnya dapat memeriksa dengan sanksi yang sudah usang” kemajuan kemenangan orang-orang kami yang telah dengan cemerlang menyelesaikan alasan historis untuk menyelesaikan kekuatan nuklir negara “, kementrian kata.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 29 November menyatakan bahwa kekuatan nuklir selesai setelah uji coba ICBM terbesar Korea Utara, yang menurut negara tersebut menempatkan seluruh wilayah Amerika Serikat dalam jangkauan. | red |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini