telusur.co.id| Baghdad, Irak |┬áMisi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Irak (UNAMI) mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka “sangat prihatin” terhadap kekerasan dan bentrokan yang terjadi saat unjuk rasa di daerah Kurdistan pada pekan ini.

UNAMI juga meminta agar semua pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut untuk menahan diri.

Sedikit-dikitnya tiga orang tewas dan lebih dari 80 lagi terluka pada hari Selasa, ketika pengunjuk rasa yang beretnis Kurdi bergabung dalam hari kedua gerakan melawan tindakan penghematan dan penunggakan pembayaran gaji pekerja layanan umum, di tengah ketegangan antara wilayah mereka dan Baghdad.

BACA JUGA :  PBB Sesalkan India Deportasi Muslim Rohingya Untuk Kedua Kalinya

Mereka tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Kurdi, kata pejabat setempat, dan yang terluka ketika kerumunan massa ditembaki dengan peluru karet dan disemprot dengan gas air mata oleh aparat keamanan.

Pengunjuk rasa juga menyerang beberapa kantor pusat partai politik di Provinsi Sulaimaniya pada Senin dan Selasa.

“Rakyat berhak menggelar unjuk rasa damai, dan pihak berwenang memiliki tanggung jawab melindungi warganya, termasuk dalam aksi protes damai,” kata UNAMI dalam pernyataan.

“Pasukan keamanan didesak untuk menahan diri ketika berurusan dengan para pengunjuk rasa. UNAMI juga menyerukan agar para pengunjuk rasa untuk menghindari tindakan kekerasan, termasuk penghancuran prasarana umum dan perseorangan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Sekretaris Jenderal PBB Prihatin Konflik Internal Semakin Memanas

UNAMI meminta Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) untuk menghormati kebebasan pers setelah pasukan keamanan Kurdi Asayish pada hari Selasa, menggerebek kantor penyiaran swasta Kurdi, NRT, di Sulaimaniya, dan mengambil alih kendali saluran penyiaran tersebut. |Deandra/ant|

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini