telusur.co.id| Ratu Bagus Hendra Bambang Wisageni yang mengaku dirinya sebagai Sultan Banten ke 18 dan sebagai ahli waris satu-satunya Kesultanan Banten telah di hapuskan oleh Pengadilan Agama (PA) Kota Serang.

Hal itu pun tertuang dalam no 786 pembatalan Ahli Waris satu-satunya pada Kesultanan Banten, Rabu siang (13/12), berlokasi di ruang sidang 1, PA Kota Serang.

Ketua Tim 9 Advokat. Dzzuriyat Kesultanan Banten, Tb Amri Wardana mengatakan, bahwa senang dengan adanya keputusan dari Pengadilan Agama yang mengabulkan gugatan forum Dzzuriyat Kesultanan Banten kepada Ratu Bagus Hendra Bambang Wisageni untuk di hapuskan sebagai Sultan Banten ke 18 dan juga ahli waris kesultanan Banten.

BACA JUGA :  Dzurriyat Kesulthanan Banten Siap Menghadapi Upaya Banding Yang Diajukan RTB Hendra Bambang Wisanggeni

“Kami hari ini cukup senang, karena gugatan kami di kabulkan dan di Kesultanan Banten sendiri sudah tidak ada lagi Ahli Waris serta juga yang mengaku-mengaku sebagai Sultan Banten. Tinggal kami duduk secara bersama-sama untuk memajukan Kesultanan Banten,” ungkapnya seusai sidang.

Sementara itu, Pengacara Dzzuriyar Kesultanan Banten, KMS Herman SH ,MH, Si,,CLA menambahkan, putusan yang barusan di sampaikan adalah untuk pembatalan dan penghapusan diktum keempat no 316 yang menetapkan Ratu Hendra Bambang Wisageni sebagai satu-satunya ahli waris kesultanan Banten.

“Kedepan pun kami mengajak untuk sama-sama membangun kesultanan Banten secara bersama-sama dan kedudukanya sama sebagai Dzzuriyat Kesultanan Banten. Tidak sebagai Sultan Banten,” tandasnya. |aries maryani|

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini