telusur.co.id | Denpasar | Ribuan warga Desa Pemogan tampak memadati Masjid Al-Muhajirin, Kampung Islam Kepaon, Denpasar, Selasa (12/12/2017) malam untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah.

Sebelumnya, sejak pagi tadi, peringatan tersebut sudah dimulai dengan berbagai lomba-lomba, seperti lomba rebana dan qasidah. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Ketua Panitia, H. Azzizudin saat diwawancarai.

“Ini kita mulai sudah dari pagi dengan berbagai lomba-lomba seperti rebana dan qasidah,” katanya di sela-sela acara.

Selain itu, diringa berharap ajang seperti ini akan selalu menjadi salah satu dari ajang untuk meningkatkan menyama braya di antara sesama masyarakat Desa Pemogan.

“Ini kami harapkan akan terus berjalan setiap, karena ini saya juga berharap menjadi salah satu bagian untuk meningkatkan semangat menyama braya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Masjid dan Musholla Desa Pemogan yang juga tokoh masyarakat Desa Pemogan, Muhammad Asmara mengatakan bahwa perayaan Maulid Nabi ini selain sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad juga sebagai wujud dari implementasi rasa toleransi atau menyama braya antar masyarakat di Bali. Apalagi, peringatan Maulid Nabi ini juga dihadiri oleh jajaran tokoh masyarakat Bali, seperti Bendesa Adat Kepaon, Bendesa Adat Pemogan, Kepala Desa Pemogan, Pecalang, Babinsa, Babinkamtibmas, dan lainnya.

BACA JUGA :  Gus Adhi Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Bali

“Kami selain sebagai rasa syukur atas kelahiran atau Maulidurrasul juga sebagai wujud untuk implementasi menyama braya antar masyarakat di sini,” kata advokat senior di Denpasar ini.

Ia juga mengatakan bahwa selain mengadakan pengajian. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini juga diisi oleh berbagai kesenian khas Kampung Islam Kepaon, seperti Rebana dan Qasidah.

“Ini juga ada Rebana dan Qasidah yang kita tampilkan. Kalau Rodat kan sudah sering. Kita ingin saat ini memperkenalkan dan melestarikan juga Rebana dan Qasidah ini,” papar pria yang juga menjadi Kepala Dusun Kampung Islam Kepaon ini.

BACA JUGA :  Pasar Badung Diyakini Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan di Denpasar

Kepala Desa Pemogan Nyoman Gede Wiryanata dalam sambutannya mengatakan bahwa Kampung Islam Kepaon yang merupakan bagian dari Desa Pemogan merupakan salah satu dari desa percontohan terkait dengan kerukunan antar umat beragama. Pasalnya, selama ratusan tahun hampir tidak pernah ada gesekan antar umat beragama di desa tersebut.

“Pemogan menjadi contoh kerukunan umat beragama di Bali,” katanya.

Untuk itu dirinya meminta kepada seluruh masyarakat Desa Pemogan untuk meningkatkan persaudaraan diantara sesama warga. Apalagi antara umat Islam dan Hindu di Desa Pemogan memiliki ikatan persaudaraan yang tidak dapat dipisahkan oleh sejarah.

“Mari kita tingkatkan persaudaraan. Kita ini bersaudara menyama braya,” tukasnya | Made Suteja |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini