telusur.co.id | Teheran, Iran | Vaksin rabies dan rotavirus buatan dalam negeri akan memasuki pasar Iran paling lambat pada 2019, kata Kepala Pasteur Institute of Iran (IPI) pada Senin (5/12).

Menurut Kepala Pasteur Institute of Iran Dr. Houman Kaghazian pembuatan vaksin rabies dilakukan di Pasteur Institute lima tahun lalu, dan akan siap untuk memasuki pasar Iran dalam waktu dua tahun.

Masing-masing dosis vaksin tersebut berharga sekitar enam vial dan negeri itu memerlukan 500.000 vial setiap tahun, yang berarti uang sebanyak “tiga juta vial meninggalkan negeri tersebut”, demikian laporan MNA –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu. Saat vaksin buatan dalam negeri itu hadir di pasar, jumlah pengeluaran akan dikurangi sampai nol.

BACA JUGA :  Pemimpin Tinggi Iran Sebut Donald Trump Pria Picik

Dr. Kaghazian menyatakan vaksin tersebut akan diproduksi oleh perusahaan yang memiliki tenaga trampil, dan vaksin rabies akan diberikan melalui resep dokter kepada orang yang beresiko digigit hewan seperti anjing atau kucing.

Saat menekankan bahwa penilaian telah melaporkan kualitas vaksin itu sebagai memuaskan, Dr. Kaghazian mengatakan Pasteur Institute of Iran berencana membuat vaksin lain dalam waktu dekat.

“Kami berencana mengeluarkan vaksin rotavirus ke pasar dalam waktu dua tahun,” katanya. “Vaksin tersebut diberikan kepada bayi untuk melindungi mereka dari penularan rotavirus, yang menjadi penyebab salah satu jenis paling umum diare dan setiap jenis penyakit yang berkaitan dengannya pada bayi.” Menurut Kepala Vaccine and Serum Research Institute Hamid Kahram, Iran termasuk 10 negara teratas dalam hal produksi vaksin.

BACA JUGA :  AS Klaim Serang Sistem Cyber Senjata Iran

| Hamdan/ANT |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini