Telusur.co.id | JAKARTA | Seorang pekerja Jalan Trans Papua, ditemukan meninggal dunia di wilayah Distrik Mugi pada Selasa (12/12) setelah sebelumnya dihadang dan diculik oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Diketahui pekerja tersebut bernama Yovicko Sondak atau biasa dipanggil Vicko (34) yang merupakan Pekerja Pembangunan Ruas Jalan Habema-Kenyam sebagai operator excavator di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua. Sementara itu, korban lainnya adalah Prada Didimus anggota TNI-AD dari Personil POP 1 di Distrik Mugi mengalami patah kaki.

Terkait kejadian tersebut, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra Atmawidjaja, atas nama Kementerian PUPR menyampaikan dukacita dan belasungkawa kepada pihak keluarga. Keduanya merupakan anggota mitra kerja dari Kementerian PUPR, khususnya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Ditjen Bina Marga dalam mewujudkan konektivitas di Papua. Kementerian PUPR pun menyesalkan terjadinya peristiwa ini dan berharap tidak terulang kembali.

BACA JUGA :  Kementerian PUPR Lanjutkan Penyelesaian Jalan Trans Papua Guna Buka Keterisolasian

Berdasarkan informasi kronologis kejadian dari pihak kepolisian bahwa pada 12 Desember 2017 sekitar pukul 08.00 WIT, anggota TNI-AD dari Personil POP 1 di Distrik Mugi (KM 114) berangkat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas masing-masing, yang mana salah satunya terdiri dari 2 personil yaitu Prada Didimus dan Vicko yang berangkat menuju Kali Mugi (KM 112) dengan menggunakan excavator untuk mengambil BBM. Pada perjalanan kembali, excavator mengalami kerusakan dan akhirnya keduanya memutuskan untuk berjalan kaki. Pada saat itulah korban diculik dan yang mengakibatkan hilangnya nyawa Sdr. Vicko, sementara Prada Didimus mengalami patah kaki.
Ruas Wamena-Habema-Kenyam-Mumugu merupakan bagian dari segmen 5 Trans Papua dengan panjang 284,3 km yang pada 2016 lalu berhasil ditembus bekerja sama dengan Direktorat Zeni TNI AD. Pada tahun 2017 ini Kementerian PUPR melanjutkan kerja sama dengan TNI AD untuk menurunkan grade permukaan badan jalan yang masih tinggi di lokasi-lokasi tertentu. Penurunan grade yang ditangani oleh TNI pada tahun 2017 ini adalah pada segmen Mugi-Mapenduma-Yuguru.

BACA JUGA :  Kementerian PUPR Lanjutkan Penyelesaian Jalan Trans Papua Guna Buka Keterisolasian

Kementerian PUPR mengimbau kepada seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif agar pelaksanaan pembangunan jalan Trans Papua yang menjadi salah satu prioritas kebijakan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla dapat diwujudkan. Jalan Trans Papua ditargetkan secara keseluruhan terhubung pada tahun 2019 yang pada gilirannya akan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Papua. (Agus)

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini