telusur.co.id | New York | Jaksa Amerika Serikat pada Kamis mengatakan mendakwa seorang wanita warga Long Island, New York, melakukan pencucian uang senilai lebih dari 85.000 dolar Amerika Serikat melalui Bitcoin untuk membantu IS.

Zoobia Shahnaz, (27), ditangkap pada Rabu dengan tuduhan penipuan terhadap bank, persekongkolan dan pencucian uang, kata kantor jaksa AS Bridget Rohde di Brooklyn.

Shahnaz mengaku tidak bersalah pada Kamis di depan Hakim AS Kathleen Tomlinson, yang mengadilinya di Central Islip, New York, kata John Marzulli, juru bicara kantor Rohde.

BACA JUGA :  ISIS Semakin Terdesak, Pasukan Irak Kuasai Kota Tua

Steve Zissou, pengacara Shahnaz, tidak bersedia memberikan tanggapan.

Jaksa mengatakan bahwa antara Maret dan Juli tahun ini, Shahnaz memperoleh pinjaman dan beberapa kartu kredit dengan cara membuat pengajuan palsu kepada lembaga keuangan, dan menggunakannya untuk membeli Bitcoin.

Mereka mengatakan bahwa yang bersangkutan kemudian melakukan pencucian uang dengan cara melakukan transaksi gelap yang melibatkan perusahaan shell di Pakistan, China dan Turki, dengan tujuan akhir membantu pembiayaan kegiatan kelompok IS menggunakan uang-uang tersebut.

Pada Juli, jaksa mengatakan bahwa Shahnaz berusaha melakukan perjalanan ke Suriah, namun berhasil dicekal dan diinterogasi oleh pihak penegak hukum di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, saat dia akan melakukan penerbangan ke Islamabad, Pakistan.

BACA JUGA :  Ramalan Peramal Buta Bulgaria Soal Kiamat

Ancaman hukuman paling tinggi bagi terdakwa perkara penipuan bank ialah kurungan hingga 30 tahun penjara, kata kantor Rohde.

| Hamdan/ANT |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini