telusur.co.id | Jakarta | Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, keputusan Partai Golkar yang ingin keluar dari Pansus KPK telah mendapat persetujuan Ketua Umum Airlangga Hartarto.

“Pak Airlangga Hartarto itu sudah mengambil keputusan, kita ingin Pansus angket KPK berakhir dimasa persidangan yang akan datang, apabila itu tidak bisa diakhiri, maka arahan Ketua Umum Partai anggota fraksi Partai Golkar yang ada di Pansus kita tarik,” ujar Idrus di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (26/12).

Keputusan itu menurut Idrus, karena partainya melihat hasil pansus KPK tak sesuai dengan harapan, malah pansus KPK dianggap sudah bernuansa politik.

“Karena ini sudah cukup lama dan kita harapkan tadinya Pansus ini bekerja efektif tetapi ternyata itu masuk dalam pusaran dinamika politik yang berkepanjangan. Partai Golkar tidak berkeinginan seperti itu,” ucapnya.

Harusnya dikatakan Idrus, tujuan Pansus KPK untuk membenahi sistem yang dianggap tidak efektif. “Sedikitpun tidak ada niat Partai Golkar untuk melemahkan KPK, bahkan kita ingin lembaga pemberantasan Korupsi bekerja secara professional, efektif, sehingga langkah-langkah pemberantasan korupsi kedepan semakin baik,” ungkapnya.

Seperti diketahui, meski sudah bekerja sejak Mei 2017, Pansus Angket KPK belum mengeluarkan rekomendasi untuk KPK. hal itu dikarenakan, belum adanya konfirmasi dari pihak KPK.

DPR telah berkali-kali memanggil KPK untuk hadir dalam rapat Pansus KPK, namun, KPK enggan hadir.

Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunandjar mengatakan, setidaknya ada beberapa hal yang akan digali dari pemanggilan KPK.

Antara lain, Pansus KPK akan meminta penjelasan pada pimpinan KPK terkait koordinasi dan supervisi terhadap lembaga lain.

“Pansus menemukan indikasi banyak hal yang tidak jalan dari fungsi koordinasi dan supervisi KPK,” ucap Agun.

Selanjutnya, Pansus KPK juga akan meminta Direktur Penyidikan KPK menjelaskan seputar pemeriksaan para saksi, rumah aman, dan sejumlah kesaksian. Dan yang terakhir, Pansus KPKmeminta penjelasan terkait proses lelang di KPK.| red |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini